Kategori Bahan Baku Jamu


Jamu dikenal sebagai obat tradisional asli Indonesia yang menggunakan herbal atau tanaman sebagai bahan utama. Karena jumlah zat kimia sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, maka kecil kemungkinan menderita efek samping. Bahan baku dengan kualitas yang baik penting dipertimbangkan agar jamu dapat bekerja lebih optimal. Banyak sekali hal yang harus diperhatikan sebelum memilih bahan, mulai dari simplisia, termasuk aroma herbal, warna, rasa, efek kimia dan juga sifat-sifat fisiologis tentunya. 
Mungkin Anda lebih terbiasa dengan istilah simplisia, hal ini terutama merupakan representasi dari beberapa bagian tanaman, seperti daun, batang, akar, bunga, biji, buah-buahan dan sebagainya. Anda dapat memproses dan mengkonsumsinya, baik dalam keadaan masih segar atau telah dikeringkan.

Daun | Folium

Umumnya, daun sering digunakan sebagai bahan baku dasar jamu atau obat herbal. Simplisia dari daun dapat digunakan baik dalam bentuk segar maupun sudah dikeringkan. Sebaiknya pilihlah daun yang masih muda, contohnya ketika Anda membutuhkan teh sebagai bahan jamu, maka pilihlah pucuknya. Namun bagi sebagian jenis daun dapat dipilih daun yang lebih tua, seperti daun sirih, daun jati belanda dan masih banyak lagi. Perlu diketahui bahwa daun segar dan muda mengandung kadar air yang lebih tinggi. Oleh karena itu, proses pengeringan bisa menghabiskan waktu yang lebih lama. Selain itu, daun muda cenderung lebih lembut sehingga perawatan yang salah dapat membuatnya mudah rusak. Sebaliknya, daun tua harus dikeringkan secara bertahap untuk mendapatkan warna yang lebih menarik.

Akar | Radix

Semua orang setuju jika akar menjadi bagian paling penting dari tanaman. Ya, alasan sebenarnya sederhana, bahwa tanaman tidak akan bisa tumbuh tanpa adanya akar. Kelebihan lain dari akar adalah dapat digunakan sebagai bahan baku jamu atau obat herbal. Secara keseluruhan, akar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu akar lunak dan akar keras. Mengapa disebut sebagai akar lunak karena mengandung kadar air yang cukup tinggi, sekitar 60%. Sebaliknya, akar keras mengandung sedikit air dan juga serat dengan tingkat yang jauh lebih tinggi. Tentunya kondisi kedua jenis akar mempengaruhi proses pengeringan. Hal yang tidak kalah penting adalah, pilihllah akar yang masih utuh, akar batang, bukan akar serabut dan akar tersebut bebas dari jamur dan lumut.

Rimpang | Lignum

Rimpang merupakan bentuk modifikasi tanaman yang biasanya menjalar di tanah. Dari bagian yang menjalar, bisa berkembang membentuk tanaman baru. Rimpang mengandung sejumlah besar alkoids dan substansi pati yang digunakan sebagai cadangan pangan. Rimpang dapat dikatakan memiliki kualitas yang baik ketika sudah tua. Rimpang yang tua dapat menghasilkan simplisia lebih berkualitas sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai bahan utama jamu atau obat herbal lainnya.

Batang | Lignum

Simplisia batang dapat mencakup seluruh bagian tanaman, seperti bagian utama dari batang, cabang-cabang serta ranting.

 

 

Kulit dapat ditemukan pada lapisan luar tanaman berkayu. Jika ingin mendapatkan kulit, Anda dapat memotong dan kemudian menariknya sampai lapisan epidermis terkelupas. Kulit kayu mengandung serat selulosa dan lignin tingkat tinggi.

Bunga | Floss

Simplisia dapat diperoleh dari seluruh bagian bunga, mulai dari kelopak, benang sari, putik dan juga mahkota.

 

 

 

Sama seperti bunga, Anda bisa memperoleh simplisia dari seluruh bagian buah, termasuk kulit, daging dan bahkan biji.

Buah | Fructus

Kulit Buah | PericartumSimplisia hanya dapat ditemukan dari kulit yang cukup segar.

Biji dapat ditemukan dari biji secara langsung dengan mengupas kulit dan menyingkirkan dagingnya. Karena daging yang tua mengandung kadar air yang rendah. Simpanlah simplisia di tempat yang cukup kering dan tidak lembab untuk menghindari agar biji tidak berkecambah.

Getah | Lendir

Getah atau lendir dapat diperoleh dengan cara melukai batang tanaman. Untuk beberapa jenis obat herbal getah atau lendir bisa menjadi padat setelah terjadi kontak dengan udara.

 

 

Herba

Herba merupakan simplisia yang dimanfaatkan seluruh bagian tanaman.