Herbal Anugrah Alam

Baru Cina | Daun Hia | Artemisia vulgaris L. 

Nama : 

Sinonim

A. Chinensis, A. igniaria, A. indica, A. integrifolia, A.moxa, A. lavandulaefolia, Crossostephium artemesioides.

Nama daerah

Sumatera : baru cina, Daun sudamala (Jawa), beunghar kucicing, jukut lokot mala (Sunda), suket gajahan (Jawa), brobos kebo (Surabaya). Jakarta : daun manis, cam cao. Maluku : kolo, goro-goro (Ternate), 

Nama asing

Hia, àicǎo (艾草) , aiye, ai ye (C), ngai curu, nha ngai (T), mugwort, felon herb, moxa, wormwood, St. John’s plant (I), gaiyou (Japanese)

Nama simplisia

Artemisiae vulgaris Folium (daun baru cina)

Baru Cina | Daun Hia | sudamala | Beunghar Kucicing | aiye

Klasifikasi :

  • Kingdom:         Plantae
  • (unranked): Angiosperms
  • (unranked): Eudicots
  • (unranked): Asterids
  • Order:         Asterales
  • Family:         Asteraceae
  • Genus:         Artemisia
  • Species:         A. argyi
  • Binomial name : Artemisia argyi H.Lév. & Vaniot

 

Uraian Tumbuhan

Baru Cina | Daun Hia | sudamala | Beunghar Kucicing | aiyeTumbuhan asal cina ini berambut halus dan berbau tajam, menyenangi tanah yang cukup lembap dan kaya humus. Dapat ditemukan tumbuh liar di hutan dan di ladang sampai ± 3.000 m dpl. Artemisia argyl Levl. Et. Vant. Adalah jenis baru cina yang ditanam dipekarangan sebagai tumbuhan obat. Semak, menahun, setengah berkayu, percabangan banyak, beralur dan berambut, tumbuh tegak, tinggi mencapai 1 m. Daun tunggal, berbentuk bulat telur dengan tepi berbagi menjari, ujung meruncing, kedua permukaan berambut halus, warna permukaan atas hijau, bawahnya hijau keputihan, duduk berseling, panjang 8-12 cm, lebar 6-8 cm. bunga majemuk dalam bonggol, kecil-kecil, warnanya kuning muda, tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang tumbuh merunduk, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai. Buah kotak, bentuk jarum, kecil, cokelat. Biji kecil, cokelat.

Baru Cina | Daun Hia | sudamala | Beunghar Kucicing | aiyeBaru cina merupakan salah satu tumbuhan obat yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit pada perempuan. Sering dimasak dengan daging berlemak sebagai sayuran. 

Seperti daun adas, baru cina merupakan satu dari 9 tumbuhan obat sacral di Anglo Saxon. Perbanyakan dengan setek atau biji.

 

 

 

Sifat dan Khasiat

Baru Cina | Daun Hia | sudamala | Beunghar Kucicing | aiyeDaun rasanya pahit, pedas, hangat, berbau aromatic, masuk meridian ginjal, paru dan limpa. Berkhasiat menghangatkan meridian, menghilangkan rasa dingin, penghilang nyeri (analgesic), penghenti perdarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuretic), peluruh kentut, peluruh keringat, meningkatkan nafsu makan (stomakik), astringen, tonik, stimulant, melancarkan peredaran darah dan menghilangkan pembekuan, mencegah keguguran, dan menormalkan haid.

Di Cina dan Jepang biasa digunakan dalam pengobatan masalah Hati, Limpa dan Ginjal.

Digunakan sebagai anti Kanker, digunakan untuk Pengobatan Kanker lambung Dan pembesaran kelenjar Payudara. Herba ini menghambat pertumbuhan hela cell, menghambat pertumbuhan berbagai macam bakteri patogen secara invito.

Selain untuk pengobatan kanker, digunakan juga untuk pengobatan berbagai macam penyakit seperti hepatitis, radang prostat, radang saluran pernafasan, haid tidak teratur, atau nyeri bila menstruasi dan penyakit penyakit alergi.

Di beberapa negara digunakan sebagai aphrosidiak, diare dan beberapa penyakit perdarahan seperti muntah darah, mimisan, dan pendarahan usus atau susah punya anak juga dapat menggunakan tanaman ini.

Kandungan Kimia

Dauin baru cina mengandung minyak atsiri (phellandrene, cadinene,α-thujone), α-amirin, fernenol, dihydromatricaria ester, cineole, 1-α-terpineol, β-kariophilene, 1-quebrachitol, dan tanin. Akar dan batangnya mengandung inulin (yang mengandung artemose). Sedangkan cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alcohol, dan ridentin.

Bagian yang Digunakan

Daun, biji, dan akar. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi

  • Daun berkhasiat mengatasi :
    • Gangguan haid : darah haid terlalu banyak (hipermenore), nyeri haid (dismenore), dating haid tidak teratur, tidak dating haid (amenore),
    • Kehamilan : timbul bercak perdarahan sewaktu hamil, gerak janin terlalu aktif,
    • Mempermudah persalinan, sukar punya anak,
    • Keram perut setelah melahirkan, epilepsy,
    • Keputihan (leukorea),
    • Disentri, perut kembung, nyeri ulu hati,
    • Perdarahan seperti misalnya : muntah darah (hematemesis), batuk darah (hemoptysis), mimisan (epistaksis), wasir berdarah, perdarahan sehabis melahirkan, luka berdarah,
    • Batuk berdahak, sakit tenggorok,
    • Terlalu banyak menggunakan opiart,
    • Beri-beri, dan
    • Wasir.
    • Mengatasi pembesaran kelenjar payudara.
  • Biji berkhasiat mengatasi : 
    • Lemah syahwat.
  • Akar berkhasiat mengatasi : 
    • Ayan (epilepsi).
  • Herba yang berbunga berkhasiat untuk mengatasi : 
    • Mulas dan menambah nafsu makan.

Cara Pemakaian

  1. Daun segar 10-30 g (yang kering 5-10 g) direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air rebusan diminum sekaligus atau dibagi 2-3 bagian yang habis dalam satu hari.
  2. Daun segar dicuci lalu tambahkan cuka sampai basah, kemudian digongseng (goreng tanpa minyak) sampai hitam. Bahan tersebut lalu ditumbuk menjadi serbuk hitam. Untuk pemakaiannya, setiap kali serbuk ini diambil sebanyak 3-6 g, lalu direbus atau diseduh, dan diminum. Pemakaian luar digunakan sebagai moksa (daun dikeringkan, lalu digulung menyerupai cerutu). Untuk penggunaannya, moksa ini dibakar sampai ujungnya menyala seperti cerutu, lalu digunakan untuk memanasi titik akupuntur tertentu seperti pada nyeri lambung, tidak nafsu makan, pendengaran kurang, kelumpuhan otot, sesak napas, pembengkakan kronis hati dan limpa,penyakit tulang belakang, scrofula, pleuritis, rematik, eczema, dan gatal-gatal (pruritus). Daun segar yang digiling halus juga digunakan untuk pemakaian luar seperti misalnya pada luka berdarah, bisul, borok dan penolak serangga. Sejumlah daun baru cina yang direbus juga bisa digunakan untuk mandi atau mengompres leher yang kaku (tortikolis).

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

  • Injeksi ekstrak daun baru cina pada perobaan binatang menigkatkan efek sedative (penenang).
  • Ekstrak air daun baru cina pada percobaan tabung memperlihatkan adanya rangsangan otot uterus (kandungan).

Contoh Pemakaian

  • Kutil (veruka)

Daun segar baru cina secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus. Daun yang sudah lumat lalu ditempelkan pada kutil. Lakukan 3-4 kali sehari, selama ± 30 hari.

  • Memulihkan tenaga setelah melahirkan

Sebanyak 4 pohon baru cina setelah dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 6 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum sehario 2 kali, masing-masing 1 gelas. Diminum sebelum makan.

  • Lemah syahwat

Biji baru cina sebanyak 15-45 g digiling halus. Tambahkan air hangat secukupnya, lalu diminum sekaligus.

  • Ayan
  1. Akar baru cina sebanyak 1 genggam, jahe dan gula enau masing-masing sebesar ibu jari, dicuci lalu dipotong-potong secukupnya. Masukan 4 gelas air bersih lalu direbus sampai airnya tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum sehari 2 kali, m,asing-masing 1 gelas. 
  2. Serbuk baru cina sebanyak 1 sendok the diseduh dengan air panas. Minum setelah dingin. Lakukan 3 kali sehari.
  • Sakit tenggorok, batuk berdahak

Herba baru cina segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk sampai lumat. Peras dan saring, sampai air perasannya terkumpul ½ cangkir. Minum sekaligus. Sehari 2 kali, lakukan setiap hari sampai sembuh.

  • Disenti

Herba segar baru cina sebanyak 20 g dan jahe segar seukuran ibu jari dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Minum pagi, siang, dan malam hari, masing-masing 13 gelas.

  • Bercak perdarahan sewaktu kehamilan (mencegah keguguran)

Serbuk baru cina sebanyak 6 g, biji Cuscuta chinesis (tu si zi) 15 g, benalu (Loranthus parasiticus) 15 g, dan akar Angelica sinesis (tang-kuei), dan rimpang CCorydalis yanhusuo (yuan hu) masing-masing 10 g, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelahdingin disaring lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

  • Darah haid terlalu banyak, nyeri lambung

Serbuk baru cina sebanyak 6 g, umbi teki (Cyperus rotundus) dan akar paeonia lactiflora (chi shao) masing-masing 12 g, akar Angelica sinesis (tang-kuei), dan rimpang Corydalis yanhusuo (yuan hu) masing-masing 10 g, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari.

  • Nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, gangguan haid

Daun baru cina segar sebanyak 15 g diseduh dengan 3 gelas air mendidih. Minum seperti teh.

  • Nyeri haid

Daun baru cina sebanyak 20 g dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 20 menit. Setelah dingion disaring lalu dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore.

  • Bisul

Daun segar secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus. Turapkan pada bisul.

  • Wasir

Daun segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Panaskan sebentar di atas api kecil. Hangat-hangat digunakan untuk menurap wasir.

  • Mencegah penyakit kewanitaan

Pucuk batang baru cina berikut bunganya sebanyak 30 g diseduh dengan air mendidih. Minum sebagai the. Bila ingin diminum dingin, tambahkan sedikit gula dan susu.

  • Terlalu banyak memakai opiat

Minum jus herba baru cina sebanyak ¾ cangkir.

  • Rematik

Daun baru cina segar secukupnya digiling halus. Bahan tersebut lalu ditim. Hangat-hangat digunakan untuk menurap bagian yang sakit.

Efek Samping

Sekitar 30% pasien yang menggunakan rebusan herba ini mempunyai keluhan mulut kering, rasa tidak enak di lambung, mual, muntah, m,encret dan pusing. Keluhan ini tidak timbul bila menggunakan minyak daunnya.

Catatan

  • Daun Artemisia argyi Levt. Et. Vant. (Artemiseae argyi Folium, argyi wormwood leaf) berkhasiat mengobati kanker lambung, payudara, kelenjar gondok, limfosarkoma, dan hyperplasia kelenjar payudara. Juga digunakan untuk pengobatan hepatitis, prostatitis, bronchitis, darah haid banyak, nyeri haid, dan haid tidak teratur. Herba ini menghambat pertumbuhan sel HeLa, beberapa bakteri pathogen dan jamur (dermatomyces) secara in vitro.
  • Herba baru cina kering yang digulung menyerupai cerutu disebut moksa. Moksibusi adalah moksa yang ujungnya dibakar dan digunakan untuk memanasi titik-titik akupuntur tertentu.
  • Cara membuat teh daun baru cina : daun baru cina yang sudah diiris tipis lalu diambil sebanyak 1 sendok teh. Bahan tersebut lalu diseduh dengan 1 cangkir air panas. Biarkan sampai dingin. Tambahkan madu untuk menambah rasa. Sehari minum 3 sampai 4 kali, masing-masing 2 sendok teh. Khasiat : sebagai tonik, stimulant,. Diaforetik, dan emenagog.
Pilihan Bahasa