Herbal Anugrah Alam

Daun Kelor

Moringa Oleifera Lam

Informasi spesies

Kelor 

Moringa oleifera Lam

Nama umum

  • Indonesia: Kelor, limaran (Jawa)
  • Inggris: Moringa, ben-oil tree, clarifier tree, drumstick tree
  • Melayu: kalor, merunggai, sajina
  • Vietnam: Chùm ngây
  • Thailand: ma-rum
  • Pilipina: Malunggay

Klasifikasi

  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
  • Sub Kelas: Dilleniidae
  • Ordo: Capparales
  • Famili: Moringaceae 
  • Genus: Moringa
  • Spesies: Moringa oleifera Lam

Deskripsi

Kelor (Moringa oleifera) tumbuh dalam bentuk pohon, berumur panjang (perenial) dengan tinggi 7 - 12 m. Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar. Percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang. Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling (alternate), beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda - setelah dewasa hijau tua, bentuk helai daun bulat telur, panjang 1 - 2 cm, lebar 1 - 2 cm, tipis lemas, ujung dan pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, susunan pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas dan bawah halus. Bunga muncul di ketiak daun (axillaris), bertangkai panjang, kelopak berwarna putih agak krem, menebar aroma khas. Buah kelor berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20 - 60 cm, buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat - berwarna coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 - 18 bulan. Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak. Perbanyakan bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang). Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian ± 1000 m dpl, banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau ladang.

Kegunaan & Budidaya

Analisa terhadap nutrisi daun kelor kering yang dilakukan di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan hasil sebagai berikut:

Parameter                   Unit            Test I           Test II

  • Beta Carotene mg/100   12,988 12,932
  • Choline mg/100   95,715 96,989
  • Vitamin B1, Thiamine mg/100   0,575 0,572
  • Vitamin B2, Riboflavin mg/100   0,794 0,807
  • Vitamin B3, Niacin mg/100   3,684 3,670
  • Vitamin C, Ascorbic Acid mg/100   57,964 59,732
  • Protein g/100   29,722 29,487
  • Fat g/100   2,180 2,186
  • Carbohydrate g/100   47,461 47,377
  • Energi calori        328,359 327,126
  • Fiber g/100   16,857 16,883
  • Calsium (Ca) mg/100   2683,312 2663,205
  • Magnesium (Mg) mg/100   1076,115 1077,083
  • Phosphor (P) mg/100   352,417 354,787
  • Potassium (K) mg/100   2401,160 2402,360
  • Copper (Cu) mg/100   0,751 0,725
  • Iron (Fe) mg/100   41,890 42,075
  • Isoleucine µg/100   21310,75 21030,87
  • Leucine µg/100   36189,89 36890,82
  • Lysine µg/100   25618,09 25544,17
  • Methionine µg/100   5405,58 5431,86
  • Phenylalanine µg/100   21639,97 21739,24
  • Threonine µg/100   18186,58 18594,36
  • Valine µg/100   27269,38 27384,32
  • Tryptophan µg/100   5984,33 6166,47

Khasiat Daun Kelor

Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. 

 

 

Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

Efek Samping 

Daun kelor tidak mengandung zat berbahaya dan kerena itu tidak memiliki efek samping. Kelor merupakan sayuran yang sudah umum dikonsumsi di masyarakat. Di lingkungan masyarakat yang gemar mengonsumsi daun kelor untuk sayuran seperti di daerah Pasuruan, Jawa Timur, selama ini tidak pernah ditemukan keluhan atau kasus keracunan akibat mengonsumsi daun kelor.

 

Kelor di Jaman Kuno, Kelor di Jaman Modern, Tetap Sama Ampuhnya

Muslihudin (02/14/2010)

Kelor di Jaman Kuno

Dalam tradisi pengobatan kuno India (Ayurveda), daun kelor (Moringa oleifera) dianggap sakti karena bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Dalam daftar obat kuno India kelor memang menduduki tempat istimewa karena bisa digunakan untuk menyembuhkan sekitar 300 penyakit.

Berita mengenai kesaktian daun kelor yang disebutkan dalam Ayurveda akhirnya sampai juga ke telinga orang-orang pintar di Nusantara terutama Jawa. Seperti kita ketahui, pada jaman dahulu pengaruh budaya India di Nusantara sangatlah kuat. Setelah mempelajari Ayurveda, para ahli obat herbal di Nusantara juga mulai berhasil mengobati berbagai macam penyakit dengan daun kelor. Tingkat keberhasilan pengobatan dengan daun kelor pada masa itu begitu tinggi hingga mampu melahirkan mitos tersendiri.

Di jaman dimana penyakit masih dianggap sebagai gangguan mahluk halus, pengobatan penyakit tidak lepas dari acara ritual pengusiran mahluk halus. Karena daun kelor bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit maka tidak heran jika daun ini dianggap bisa mengalahkan kekuatan mahluk halus. Akibatnya terbentuklah mitos bahwa daun kelor ampuh untuk menaklukkan mahluk halus. Lambat laun justru mitos ini lah yang berkembang, sedangkan fungsi kelor untuk pengobatan sebagaimana diterangkan dalam Ayurveda malah ditinggalkan.

Pengaruh mitos bahwa daun kelor bisa untuk mengalahkan mahluk halus telah merasuk begitu dalam ke benak masyarakat pada jaman dahulu, tak terkecuali juga para jawara sakti yang biasa mendapat kekuatan dengan bantuan mahluk-mahluk halus. Mereka ikut termakan mitos tersebut dan sangat yakin bahwa kesaktiannya akan hilang jika berhadapan dengan daun kelor. Dengan keyakinan seperti itu, sedikit saja mereka terkena sentuhan daun kelor maka secara psikologis kekuatannya akan runtuh duluan dan akhirnya memang fisiknya juga benar-benar ikut lemas dan ambruk. Fakta bahwa mental seseorang bisa mempengaruhi kekuatan fisiknya itu bukan hal yang baru.

Hingga saat ini masih banyak orang yang sulit untuk melepaskan diri dari belenggu mitos kesaktian daun kelor. Masih banyak ditemui di desa-desa dimana orang percaya bahwa jika ada orang yang sakit dan tergeletak lama namun tidak juga meninggal, maka orang tersebut diduga memiliki kesaktian tertentu yang harus segera dilepas dari tubuhnya. Untuk membantu melepas kesaktiannya biasanya orang tersebut disapu dengan daun kelor hingga akhirnya dapat meninggal dengan tenang. Ketika jasadnya kemudian dimandikan orang tersebut juga disapu lagi dengan daun kelor supaya bersih dari segala mahluk yang masih menempel pada jasadnya.

Saking banyaknya orang sakit yang berhasil diobati dengan daun kelor pada jaman dahulu sampai-sampai mitos kesaktian daun kelor bisa bertahan hingga ribuan tahun, bahkan hingga sekarang. Selain untuk mengusir, kelor juga dipercaya bisa menolak kedatangan mahluk halus. Di jaman serba teknologi seperti sekarang ini kadang masih bisa ditemukan ada rumah yang di atas pintu utamanya ditaruh seikat daun kelor sebagai penolak bala.

Kelor di Jaman Modern

Lain dulu lain sekarang. Dengan penelitian ilmiah, terungkap bahwa daun ini ternyata mengandung berbagai unsur nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk memulihkan dan menjaga kesehatan. Variasi dan kadar kandungan nutrisi daun kelor berada di luar batas-batas kewajaran. Fenomena aneh ini diakui di dunia barat sekalipun karena memang dasarnya adalah penelitian ilmiah. Tidak heran banyak media masa internasional mempopulerkan pohon kelor sebagai “miracle tree” alias pohon ajaib, bahkan ada yang menyebutnya sebagai "tree for life". Memang mengagumkan. Bayangkan saja, jika kita memiliki sebuah pohon di halaman rumah yang bisa ditanam dan dirawat dengan mudah, tidak mati meskipun diterpa kemarau panjang, daunnya bisa disayur untuk memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh, bisa digunakan sebagai obat ketika kita sakit, selain itu bijinya juga bisa untuk menjernihkan air yang kita minum. Kedengarannya seperti pohon yang hanya ada di dunia angan-angan, namun kenyataannya memang ada.

Adalah Lowell Fuglie, seorang warga negara Prancis yang tinggal dan bekerja di Senegal, yang pertama kali meneliti kandungan nutrisi daun kelor. Pada akhir tahun 90an orang ini mulai meneliti daun kelor dan menemukan bukti bahwa ibu-ibu hamil yang mengalami gizi buruk sekalipun masih bisa dibantu untuk memiliki bayi yang sehat dengan cara mengonsumsi daun kelor. Hasil penelitian si Lowell ini sekarang banyak dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memerangi gizi buruk, terutama negara-negara berkembang di semenanjung Afrika. Program penggalakan penanaman daun kelor di negara-negara Afrika merupakan kampanye yang intensif melalui lembaga-lembaga pendidikan dan swadaya masyarakat. Tak kurang dari seorang sekjen PBB (Kofi Annan pada waktu itu) ikut mendukung sosialisasi penggunaan daun kelor utnuk memerangi gizi buruk.

Kelor Sebagai Sumber Nutrisi

Pohon kelor memiliki daun yang mengandung nutrisi paling lengkap dibanding dengan tumbuhan jenis apapun. Selain vitamin dan mineral, daun kelor juga mengandung semua asam amino esensial (asam amino yang tidak diproduksi sendiri oleh tubuh dan karena itu harus disuplai dari luar tubuh dalam bentuk jadi). Asam amino sangat vital sebagai bahan pembentukan protein. Penelitian juga membuktikan bahwa daun ini sama sekali tidak mengandung zat berbahaya. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia masyarakat sudah biasa memanfaatkannya sebagai sayuran, terutama untuk memperbanyak dan melancarkan ASI seperti halnya daun katuk.

Selama ini jika kita bicara tentang sumber Vitamin A, yang terbayang adalah wortel, padahal dengan berat yang sama Vitamin A pada daun kelor jauh lebih banyak dibanding wortel. Dengan perbandingan berat yang sama, daun kelor juga mengandung Vitamin C lebih banyak dibanding jeruk, kalsium empat kali lipat susu, potasium tiga kali lipat pisang, protein dua kali lipat yogurt dan zat besi jauh lebih banyak daripada bayam. Dari 24 unsur nutrisi (beberapa vitamin, mineral dan asam amino) yang kami uji di laboratorium milik sebuah universitas di Malang, semua terdeteksi keberadaannya dengan kadar yang cukup signifikan.

Pohon kelor adalah pohon yang mudah tumbuh di daerah tropis. Pohon ini diduga berasal dari daerah sekitar Nepal, India. Di Indonesia, pohon ini tumbuh di mana-mana dan banyak ditanam oleh petani sebagai pagar atau batas kebun karena pohon ini memang awet hidup, pada musim kemarau panjang sekalipun.

Mungkin kita patut meniru negara-negara di Afrika untuk membantu mengatasi masalah gizi buruk dengan kelor. Untuk sebagian besar saudara kita, jeruk masih mahal, wortel juga mahal, susu terlalu mahal, yogurt sangat mahal, obat semakin mahal, dokter tambah mahal. Hanya kelor yang kemungkinan bisa tetap dibuat murah karena menanamnya juga sangat mudah, bisa tetap tumbuh nyaris tanpa perawatan, dan mulai bisa dipanen pada umur yang cukup singkat. Tancapkan saja beberapa batang kelor di sembarang jenis tanah dan tunggu 2 atau 3 bulan, daunnya sudah mulai bisa dipetik untuk dimanfaatkan. Dalam 40 hari berikutnya, trubusnya sudah bisa diambil lagi dan begitu seterusnya sampai generasi anak cucu.

Kelor Sebagai Multivitamin Alami

Bagi mereka yang merasa jauh dari risiko gizi buruk, daun kelor juga tetap bermanfaat untuk memastikan keseimbangan nutrisi dalam tubuh sekaligus sebagai obat herbal. Seperti kita ketahui jika nutrisi dalam tubuh kita tidak seimbang, kita akan terkena warning berupa penyakit. Anemia dan sariawan, diketahui sebagai warning akibat kita lalai menyediakan zat besi, beri-beri adalah warning akibat kita lupa dengan Vitamin B1, gondongan akibat kita mengabaikan kebutuhan iodium, keropos tulang akibat lupa menyediakan kalsium, dan banyak lagi penyakit yang terkait dengan infeksi karena daya tahan tubuh melemah akibat kekurangan unsur nutrisi tertentu.

Ternyata, kekurangan nutrisi juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Penyakit dementia (kerusakan pada jaringan otak dengan gejala antar lain menurunnya daya ingat, kesulitan berfikir logis, dan berperilaku semaunya) dahulu dianggap tidak ada kaitannya dengan nutrisi namun belakangan ternyata diketahui penyebabnya adalah akibat kekurangan Vitamin B3. Jika separo saja penduduk negeri ini kekurangan Vitamin B3, apa gak kacau bangsa ini.

Secara logika tidaklah sulit untuk menyimpulkan bahwa keseimbangan nutrisi merupakan pondasi untuk membangun fisik maupun mental yang sehat. Masalahnya kita tidak pernah tahu persis apakah makanan yang kita makan sehari-hari benar-benar telah memenuhi semua nutrisi yang diperlukan. Makanan yang mahal belum tentu mengandung nutrisi yang dibutuhkan. Bisa jadi di satu sisi kelebihan, namun di sisi lain tetap kekurangan. Apalagi banyak makanan yang dijual setelah melalui proses pengolahan dan penyimpanan yang begitu panjang sehingga nutrisi yang seharusnya terkandung pada makanan tersebut telah banyak yang hilang. Belum lagi semakin maraknya junk food di mana-mana, yakni makanan yang mengutamakan tampilan, kepraktisan penyajian dan kekuatan rasa, sementara nilai nutrisi dan sifat-sifat alaminya benar-benar dinomorduakan. Ditambah lagi semakin kentalnya budaya dimana makan bukan lagi dianggap kewajiban untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tubuh melainkan lebih dianggap sebagai acara untuk memenuhi selera dan kesenangan plus lambang status sosial. Tak heran jika akhirnya banyak yang kena WARNING BERAT dari tubuhnya sendiri.

Tidak ada salahnya kita berikan tubuh kita makanan yang kita tahu mengandung nutrisi paling lengkap dan alami. Dengan suplai nutrisi yang lengkap dan alami tubuh kita tahu persis bagaimana caranya menjaga dan memulihkan kesehatan untuk kita. Biarkan tubuh menggunakan nutrisi sesuai tujuan dan aturan mainnya sendiri. Tuhan telah melengkapi tubuh kita dengan mekanisme sedemikian sempurna agar tubuh kita tetap sehat dan semua bagiannya berfungsi secara normal. Tugas kita adalah memenuhi kebutuhan tubuh dengan nutrisi yang dibutuhkannya.

Jika anda mengalami kesulitan mencari makanan yang nilai nutrisinya lengkap dan alami, daun kelor adalah solusinya! Tidak ada tumbuhan selain kelor yang mengandung unsur nutrisi sebanyak ini: Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B3, Vitamin C, Calcium, Chromium, Copper, Iron, Magnesium, Manganese, Potassium, Protein, Zinc, Isoleucine, Leucine, Lysine, Methionine, Phenylalaine, Threonine, Tryptophan, Valine, Alanine, Arginine, Aspartic Acid, Cystine, Glutamic Acid, Glycine, Histidine, Serine, Proline, Tryrosine, dsb.

Kesimpulan

Dulu penyakit dianggap sebagai gangguan mahluk halus dan kelor dianggap sakti karena mampu untuk mengusirnya. Sekarang penyakit diketahui sebagai gangguan keseimbangan nutrisi, dan kelor mampu untuk menyeimbangkannya. Kelor jaman dulu dan kelor jaman sekarang tetap sama saktinya. Yang berbeda hanyalah cara orang menjelaskan fenomena kenapa daun dari pohon ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Dahulu kelor ampuh untuk mengusir mahluk halus seperti wewe gombel dan gendoruwo yang mengganggu anak manusia. Kini, kelor juga tetap ampuh menolak gangguan mahluk halus seperti virus, bakteri dsb. Dalam rangka 'back to nature', tidak ada salahnya kita merevitalisasi kesaktian daun kelor dengan cara pandang dan keilmuan masa kini.

Daun Kelor Sebagai Multivitamin Alami

Pohon Kelor (Moringa oleifera) sering disebut sebagai “miracle tree” alias pohon ajaib. Bijinya bisa mengubah air kotor menjadi air bersih yang layak minum, daunnya super kaya dengan nutrisi. Tidak ada tumbuhan selain kelor yang mengandung unsur nutrisi sebanyak ini: 

Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B3, Vitamin C, Calcium, Chromium, Copper, Iron, Magnesium, Manganese, Potassium, Protein, Zinc, Isoleucine, Leucine, Lysine, Methionine, Phenylalaine, Threonine, Tryptophan, Valine, Alanine, Arginine, Aspartic Acid, Cystine, Glutamic Acid, Glycine, Histidine, Serine, Proline, Tryrosine, dsb.

Jika anda mengalami kesulitan mencari produk multivitamin yang lengkap dan benar-benar alami, daun kelor adalah solusinya! Terdengar aneh, tapi nyata.

Daun Kelor Sebagai Sumber Nutrisi (Superfood)

Akhir-akhir ini kelor (Moringa oleifera) banyak dibicarakan di media-media masa baik nasional maupun internasional sebagai pohon berdaun multivitamin. Selain itu kelor juga menyandang gelar sebagai superfood. Benarkah daun ini mengandung banyak nutrisi? Hasil analisa yang kami lakukan di salah satu laboratorium milik sebuah universitas di Kota Malang membuktikan bahwa daun ini memang sangat kaya dengan nutrisi. Berikut adalah sebagian dari hasil analisa kami terhadap kandungan nutrisi per 100 gram ekstrak daun kering.

Vitamin A (Beta Carotene) – 15,4 mg = 51328.2 IU

Wortel yang selama ini dianggap sebagai bahan makanan paling terkenal sebagai sumber vitamin A ternyata hanya mengandung 12105.3 IU. Dengan timbangan yang sama kelor mengandung Vitamin A sebanyak 4 kali lipatnya (51328.2 IU). Vitamin A diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kinerja sistem penglihatan, menjaga kesehatan kulit dan meningkatkan ketahanan tubuh. Kekurangan Vitamin A jika tidak segera diatasi bisa mengakibatkan rabun senja, katarak, bahkan bisa berujung pada kebutaan. Kekurangan Vitamin A juga mengakibatkan kulit kusam serta menurunnya daya tahan tubuh terhadap berbagai infeksi.

Vitamin B (Choline) – 124,1 mg

Choline sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan janin terutama saat pembentukan jaringan hippocampus (penyimpan memori) dalam otak. Karena itu, Choline sangat dibutuhkan oleh wanita hamil dan ibu menyusui. Pada orang dewasa Cholin digunakan oleh tubuh untuk mencegah terjadinya penumpukan lemak pada liver. Ibu hamil yang kekurangan Choline memiliki risiko melahirkan bayi dengan jaringan otak yang cacat.

Vitamin B1 (Thiamin) – 0,5 mg

Thiamin membantu tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi serta berperan penting dalam menjaga fungsi hati, otot dan sistem syaraf. Kekurangan Thiamin menyebabkan tubuh terasa lemas, letih, dan kerusakan sistem syaraf. Dalam tingkat yang parah, kekurangan Vitamin B1 bisa menimbulkan beri-beri.

Vitamin B2 (Riboflavin) – 0,9 mg

Vitamin B2 sangat penting untuk pertumbuhan dan juga berfungsi mengeluarkan energi yang terkandung dalam karbohidrat. Kekurangan vitamin B2 ditandai dengan gejala kulit kering dan pecah-pecah dan melemahnya kekuatan mata ketika terkena sinar yang kuat.

Vitamin B3 (Niacin) – 4,1 mg

Tubuh menggunakan Niacin untuk melancarkan sistem pencernaan, menjaga kesehatan jaringan kulit dan sistem syaraf. Kekurangan Vitamin B3 bisa menyebabkan insomnia dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan pelagra dengan gejala 3D, Dermatitis (kerusakan jaringan kulit), Diare, dan Demensia (gangguan mental akibat kerusakan sel otak dengan gejala antara lain, penurunan daya ingat, tidak mampu berfikir logis, agresif, dan berperilaku semaunya).

Vitamin C (Ascorbic Acid) – 71,8 mg

Kadar Vitamin C dalam daun moringa melebihi jumlah vitamin Cyang terkandung dalam jeruk. Vitamin C berfungsi dalam pembentukan sel, pembuatan trombosit dan memerangi bibit penyakit. Kekurangan vitamin C akan menimbulkan pendarahan pada gusi, karies gigi, pendarahan di bawah kulit, dan rentan terhadap berbagai serangan penyakit.

Kalsium – 2524 mg

Sumber kalsium yang paling terkenal selama ini adalah susu. Daun moringa mengandung 4 kali jumlah kalsium yang ada pada susu. Kalsium merupakan komponen utama tulang dan gigi. Kalsium juga berperan penting dalam sistem penggumpalan darah, sistem metabolisme dan media transmisi pada sistem syaraf. Karena tulang menyimpan banyak cadangan kalsium maka kekurangan kalsium dalam jangka pendek tidak begitu terasa pengaruhnya. Dalam jangka panjang kekurangan kalsium bisa menyebabkan keropos tulang (osteoporosis).

Potasium – 2537 mg

Daun moringa mengandung potasium sebanyak 3 kali lipat jumlah potasium dalam pisang. Potasium berperan sangat penting dalam memelihara fungsi otak dan sistem syaraf. Juga menurunkan risiko terkena stroke.

Zat Besi – 60,3 mg

Bayam yang dikenal sebagai sayuran yang kaya zat besi hanya memiliki sekitar 3,5 mg per 100 g daun segar. Zat besi diperlukan oleh tubuh antara lain untuk membantu sel darah merah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi menyebabkan anemia dimana sel darah merah hanya mengandung sedikit oksigen. Gejala umum yang terasa akibat kekurangan zat besi adalah letih dan lesu, jantung berdetak cepat, dan mudah pingsan.

Protein – 32,8 g

Yogurt dikenal sebagai rajanya protein, namun dengan berat yang sama, moringa mengandung protein sebanyak 2 kali lipat jumlah protein yang ada pada yogurt. Protein merupakan bahan utama untuk pembentukan dan pertumbuhan tubuh termasuk memperbaiki sel-sel pada bagian tubuh yang rusak. Kekurangan protein antara lain ditandai dengan gejala kuku mudah patah, rambut pecah-pecah, badan lemas, otot lembek, dan tekanan darah menurun. Kekurangan protein yang parah pada anak-anak bisa menyebabkan pertumbuhan fisik terhenti.

Karbohidrat – 51,6 g

Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan tenaga bagi tubuh. Jika karbohidrat berlebihan, tubuh mengubahnya menjadi glikogen dan menyimpannya dalam otot dan liver, jika otot dan liver sudah tidak bisa menampung glikogen tubuh mengubahnya menjadi lemak. Ketika tubuh perlu energi banyak, glikogen dan lemak akan digunakan.

Serat – 17,3 g

Serat (dietary fiber) sebenarnya merupakan jenis karbohidrat yang tidak bisa diserap oleh enzim dalam sistem pencernaan. Serat diperlukan oleh tubuh untuk memperlancar proses pencernaan. Kekurangan serat menyebabkan sembelit (sulit BAB), wasir, dan sakit pada usus besar.

Daun Kelor Sebagai Sumber Asam Amino

Moringa oleifera mengandung seluruh asam amino esensial…!! Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak bisa dirakit sendiri oleh tubuh dan karena itu harus disuplai dari luar tubuh dalam bentuk jadi. Jarang ada satu jenis makanan yang sekaligus mengandung seluruh asam amino ini.

Isoleucine – 22,9 µg

Membentuk protein dan enzim yang menunjang pembentukan senyawa biokimia utama di dalam tubuh yang di antaranya berfungsi untuk meningkatkan energi dan menstimulasi daya ingat dalam otak.

Leucine – 39,5 µg

Bekerja sama dengan Isoleucine membentuk protein dan enzim untuk menaikkan energi tubuh dan meningkatkan konsentrasi.

Lysine – 27,5 µg

Mengontrol jumlah kalsium yang diserap tubuh, Membantu pembentukan tulang rawan dan jaringan pengikat. Membantu produksi antibodi, hormon, dan enzim. Menjaga keseimbangan nutrisi, meluruhkan lemak pada dinding pembuluh darah dan menghambat pertumbuhan virus.

Methionine – 6,3 µg

Mengontrol penyediaan unsur sulfur dalam tubuh. Menjaga kesehatan rambut, kulit dan kuku. Memproduksi lecithin di dalam hati sambil menurunkan kandungan kolesterol dalam darah. Menurunkan lemak dalam hati serta melindungi ginjal dengan menurunkan iritasi pada kandung kemih.

Phenylalanine – 25,8 µg

Memproduksi sejenis zat kimia yang dibutuhkan oleh sel saraf untuk membawa pesan-pesan ke otak. Membuat tetap waspada, mengurangi nyeri akibat rasa lapar, meningkatkan daya ingat dan meningkatkan semangat (mood).

Threonine – 19,5 µg

Bagian yang penting dari collagen, elastin dan berbagai protein. Selain membantu proses metabolisme, threonine juga membantu mencegah pembentukan lemak di hati sambil memacu kinerja saluran pencernaan.

Tryptophan – 7,2 µg

Mendukung kinerja sistem kekebalan tubuh, mengurangi gejala insomnia, mengurangi rasa cemas, depresi dan gejala migrain. Bekerja sama dengan lysine untuk menurunkan kolesterol darah dan karenanya bisa menurunkan risiko jantung.

Valine – 27,9 µg

Berperan membantu meningkatkan konsentrasi berpikir, koordinasi otot, dan memberikan rasa tenang.

 

Daun Kelor

Tidak dapat dipungkiri bahawa keseimbangan nutrisi merupakan dasar untuk membangun fisik maupun mental yang sehat. Masalahnya kita tidak pernah tahu persis apakah makanan yang kita makan sehari-hari benar-benar telah memenuhi semua nutrisi yang diperlukan. Makanan yang mahal belum tentu mengandung nutrisi yang dibutuhkan. Bisa jadi di satu sisi kelebihan, namun di sisi lain tetap kekurangan. Apalagi banyak makanan yang hanya mengutamakan kemasan dan dijual setelah melalui proses pengolahan dan penyimpanan yang begitu panjang sehingga nutrisi yang seharusnya terkandung pada makanan tersebut telah banyak yang hilang.

Sudah bukan hal yang sulit lagi untuk dipahami bahwa penyakit bisa timbul karena adanya kekurangan satu atau beberapa unsure nutrisi dalam tubuh kita. Anemia dan sariawan misalnya, diketahui sebagai akibat kekurangan zat besi, beri-beri akibat kekurangan Vitamin B1, gondongan akibat kekurangan iodium, keropos tulang akibat kekurangan kalsium, dan banyak lagi penyakit yang terkait dengan infeksi karena daya tahan tubuh melemah akibat kekurangan unsur nutrisi tertentu.

Yang masih agak sulit dipahami adalah kenyataan bahwa kekurangan nutrisi juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Penyakit demensia (kerusakan pada jaringan otak dengan gejala antar lain menurunnya daya ingat, kesulitan berfikir logis, dan berperilaku semaunya) dahulu dianggap tidak ada kaitannya dengan nutrisi namun ternyata diketahui penyebabnya adalah akibat kekurangan Vitamin B3.

Seperti telah dijelaskan di atas, pohon kelor memiliki daun yang mengandung nutrisi paling lengkap dibanding dengan tumbuhan jenis apapun. Selain vitamin dan mineral, daun kelor juga mengandung semua asam amino esensial (asam amino yang tidak diproduksi sendiri oleh tubuh dan karena itu harus disuplai dari luar tubuh dalam bentuk jadi). Asam amino sangat vital sebagai bahan pembentukan protein.

Yang sangat menggembirakan untuk kita adalah hasil penelitian yang membuktikan bahwa daun ini sama sekali tidak mengandung zat berbahaya. Bahkan di beberapa daerah di belahan bumi ini masyarakat sudah biasa memanfaatkannya sebagai sayuran terutama untuk melancarkan ASI. Hingga saat ini belum ada kasus orang keracunan daun kelor. 

 

THE MIRACLE OF TREE (Edisi Kelor 1 - Moringa oleifera)

Published : 19.04 Author : Prapti Utami

Daun kelor  | Moringa oleiferaPertama mengenal kelor berkasiat obat ketika saya baru mendalami pengobatan herbal tahun 2000 sebagai tanaman yang bisa mengatasi alergi. Satu setengah tahun lalu saya disegarkan lagi tentang tanaman ini dengan mengkonsumsinya berupa the celup. Sangat menarik ketika lama lama saya mempelajari literature dan penelitian yang dilakukan di luar negeri, melihat video penggunaan kelor sebagai bahan pangan di Senegal. Mereka sudah biasa menggunakan kelor sebagai tepung yang ditaburkan ke makanan sehari hari. Tanaman Kelor telah dikenal selama berabad-abad sebagai tanaman multi guna, padat nutrisi dan berkhasiat obat. Mengandung senyawa alami yang lebih banyak dan beragam dibanding jenis tanaman lainnya yang ada. Tanaman Kelor mengandung 46 anti oksidan kuat yang melindungi tubuh dari radikal bebas, mengandung 18 asam amino (8 diantaranya esensial) yang dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel baru, 36 senyawa anti inflamasi, serta 90 nutrisi alami seperti vitamin dan mineral. 

NIH (NATIONAL INSTITUTE OF HEALTH): “tanaman ini memiliki potensi untuk membantu membalikkan berbagai masalah lingkungan yang besar dan menyediakan banyak kebutuhan manusia yang tidak terpenuhi” dan “Tumbuh di semua negara di dunia yang memiliki persentase besar penduduk kurang gizi. TM bisa menyelamatkan jutaan nyawa”.  Ada bukti bahwa Kelor ini telah dibudidayakan di India sejak ribuan tahun yang lalu. Masyarakat kuno India tahu bahwa biji-bijian mengandung minyak nabati dan mereka menggunakannya untuk tujuan pengobatan. Sekarang, masyarakat India pada umumnya memanfaatkan Kelor sebagai pakan ternak atau sayuran. 

 

THE MIRACLE OF TREE (Edisi kelor 2- Moringa oleifera)

Published : 20.10 Author : Prapti Utami

Daun kelor  | Moringa oleiferaBelakangan ini, Kelor digunakan dengan sukses dalam memerangi kekurangan gizi pada anak-anak dan upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh di banyak negara berkembang. Dunia pengobatan tradisional sudah lama menggunakan Kelor untuk pengobatan berbagai penyakit, termasuk pemulihan dari kerusakan hati. Kelor pun sering digunakan untuk melengkapi obat-obatan modern pada penderita sakit kronis termasuk mereka yang menderita AIDS dan penyakit yang terkait dengan HIV.

Sejak sepuluh tahun terakhir, dunia memandang Kelor sebagai pohon tropis yang paling berguna karena kandungan dan manfaat seluruh bagian tanamannya. Selain itu, Kelor relatif mudah dibudidayakan dan disebarluaskan, baik dengan cara seksual maupun aseksual, tidak memerlukan unsur hara dan air yang banyak sehingga sangat mudah dalam proses pengelolaan produksi dalam skala besar maupun skala rumah tangga. Kelor pun memiliki banyak fungsi seperti sumber makanan bergizi, apotek hidup, herbal, natural kosmetik, pelestarian alam dan lingkungan, konservasi, penyerapan karbon, sumber minyak nabati, energi terbarukan, peningkatan kualitas air, kebutuhan pakan ternak dan sumber pupuk serta pestisida alami.

Perbanyakan Kelor dapat dilakukan dengan metode penyemaian langsung dengan biji atau menggunakan stek batang. Daun Kelor dapat dipanen setelah tanaman tumbuh 1,5 hingga 2 meter, yang biasanya memakan waktu 3 sampai 6 bulan. Namun dalam budidaya intensif yang bertujuan untuk produksi daunnya, Kelor dipelihara dengan ketinggian tidak lebih dari 1 meter. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik batang daun dari cabang atau dengan memotong cabangnya dengan jarak 20 sampai 40 cm di atas tanah.

 

KANDUNGAN KELOR (Edisi kelor 3- Moringa oleifera)

Published : 21.06 Author : Prapti Utami

Sehari setelah presentasi di arena OGH EXPO 3 (Organik Green and Healthy) di lapangan parkir Kompas Gramedia Palmerah tgl 6 Oktober 2013 hari Minggu sore, saya mendapat telepon dari seorang bapak yang meragukan khasiat kelor karena selebaran yg diterimanya ndak masuk akal. Yang real saja guna kelor untuk apa, begitu pertanyaan sekaligus permintaan penegasan yang saya dengar melalui telepon. Lalu saya bilang, dapat disimpulkan kelor untuk mengatasi diabetes , hiperkolesterol dan meningkatkan stamina. Setelah jawaban itu saya berikan ternyata nada suara di seberang sana menjadi lebih tenang dan menanyakan kalau teh saya habis bagaimana, bisa pesan dan dikirim, dengan senang hati saya menjawabnya tentu bisa, karena itu menjadi bagian pelayanan kami. Dan sebelum berpisah di udara saya mengucapkan terimakasih kepada bapak yang suaranya sudah sepuh itu atas perhatiannya. Segala bentuk pertanyaan, masukan, kritikan bahkan makian karena produk kita yang mungkin direspon adalah sebuah bentuk perhatian, oleh karena itu sepertinya berpikir positif dalam kondisi yang menyakitkan sekalipun, membuat kita lebih enak bersikap dan bertindak.

Dr Gary Bracey, seorang penulis, pengusaha, motivator, dan ahli kesehatan di Afrika, mempublikasikan dalam moringadirect.com, bahwa tiap 100gr  serbuk daun Kelor mengandung (dibandingkan dengan berat yg sama):

  • Vitamin A, 10 kali lebih banyak dibanding Wortel
  • Vitamin B2, 50 kali lebih banyak dibanding Sardines,
  • Vitamin B3, 50 kali lebih banyak dibanding Kacang,
  • Vitamin E, 4 kali lebih banyak dibanding Minyak Jagung,
  • Beta Carotene, 4 kali lebih banyak dibanding Wortel,
  • Zat Besi, 25 kali lebih banyak dibanding bayam,
  • Zinc, 6 kali lebih banyak dibanding almond,
  • Kalium, 15 kali lebih banyak dibanding pisang,
  • Kalsium, 17 kali dan 2 kali lebih banyak dibanding Susu,
  • Protein, 9 kali lebih banyak dibanding Yogurt,
  • Asam Amino, 6 kali lebih banyak dibanding bawang putih,
  • Poly Phenol, 2 kali lebih banyak dibanding Red Wine,
  • Serat (Dietary Fiber), 5 kali lebih banyak dibanding sayuran pada umumnya,
  • GABA (gamma-aminobutyric acid), 100 kali lebih banyak dibanding beras merah,

Kandungan Daun kelor  | Moringa oleiferaBanyak peneliti dengan berbagai versi menunjukkan hasil yang amazing terhadap daun kelor ini. Saya paling tidak pecaya dengan iklan berbagai macam obat yang mengatakan obat untuk berbagai penyakit. Setelah melihat kandungan kelor yg begitu rupa, hanya terpana dan tertegun, sel akan kembali sempurna jika benar semua zat masuk ke dalam tubuh, maka keadaan malnutrisi akan segera tertangani, juga penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, asam urat tinggi dan hiperkolesterol dapat disingkirkan.Keadaan Thalasemia kelor menjadi kontra indikasi, karena keadaan ini feritin , yaitu kandungan Fe(zat besi) dalam  sel darah merah menukik tinggi, sedangkan kelor mengandung zat besi sangat tinggi, ada kondisi yang tidak boleh dianjurkan. 

Untuk ibu hamil dan menyusui menjadi teman terbaik ibu di Pilipina, sangat efektif mengembalikan kondisi karena protein yang lengkap dan membuat stamina menjadi optimal. Merangsang rpoduksi ASI, membuat tubuh lebih bugar karena kelengkapan vitamin dan mineralnya. Tidurpun menjadi sangat lelap karena kandungan omega 6 nya. Bugar adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi atau keadaan setelah mengkonsumsi kelor.

 

MANFAAT KELOR (Edisi kelor 4)

Published : 21.30 Author : Prapti Utami

Sejuta Manfaat Daun Kelor

Kembali membicarakan kelor, pertanyaan pertama hampir semua orang yang ingin mengetahui tentang kelor adalah apa manfaat kelor?. Kalau sebelumnya kita sudah membaca kandungan kelor maka manfaat kelor itu sangat banyak. Seluruh bagian tanaman, daun, bunga, buah, batang bahkan akarnya pun sangat bermanfaat. 13 tahun lalu saya membaca literatur , daun kelor untuk mengatasi alergi, pertama kali saya memberi resep kepada seorang ibu yang alergi udang, sudah dua minggu bengkak di seluruh tubuh masih nampak, terutama di daerah kemaluannya. Setelah saya beri pegagan, sebelum pulang saya berpesan untuk mencari daun kelor dan disayur bening, sehari satu sampai 2 mangkok. Seminggu setelahnya kontrol kembali dan keadaannya jauh lebih baik dan kulit sudah kembali seperti semula. Sebatas itu saja dan berikutnya saya tetap berkutat dengan tanaman obat yang membuat saya selalu terkagum kagum.

Satu setengah tahun lalu kembali saya mengenal kelor dari seorang apoteker di Jojga..dan saya mulai minum dan meresepkan, satu demi satu orang merasakan dahsyatnya kelor, dari merangsang produksi ASI, mengecilkan lingkar perut, menyegarkan badan setelah bangun tidur setelah seharian bekerja bahkan sampai malam, badan lebih bugar, tidur lebih nyenyak, tekanan darah turun, gula darah turun  dll. Amazing, senang sekali mendengarnya, apalagi setelah saya mengenal pak Dudi dari Sumenep , semakin lengkaplah ilmu kelor yg selama ini saya tidak perdalam. Penelitian demi penelitian menambah ilmu dan semakin kagum akan tanaman yang satu ini.

Kelor selalu menjadi bahan pembicaraan berkaitan dengan orang yang tidak bisa mati karena memiliki kekuatan gaib, atau makhluk halus begitu, dan saya menimpali dengan ringan, betul memang makhluk halus yang diusirnya, ada virus, bakteri, jamur, dll. Dan tak habis habisnya membicarakan pohon kehidupan yang satu ini.

 

Membuat daun ini menjadi bagian dari makanan sehari hari melalui bentuk sayur, maka keluarga akan sehat dan bugar.

 

Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan

Sejak jaman dahulu daun kelor telah diketahui memiliki berbagai manfaat khususnya untuk kesehatan. Para orang tua jaman dulu telah memanfaatkan daun kelor ini untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit. Penyakit yang paling sering umum diobati dengan penggunaan daun kelor ini adalah penyakit demam. Selain itu, daun kelor juga biasa digunakan untuk bahan sayuran.

Dari beberapa literature yang ada, diketahui daun kelor memiliki manfaat sebagai antimikroba, antibakteri, antioksidan, mempercepat penyembuhan berbagai penyakit radang, mengobati penyakit flu dan pilek, cacingan, bronchitis, kanker, dan tiroid. Beberapa literature bahkan menyebutkan bahwa daun kelor ini memiliki manfaat untuk mengendalikan virus herpes simplek dan HIV/AIDS.

Timbul pertanyaan mengapa daun kelor ini memiliki begitu banyak manfaat untuk kesehatan, terutama dalam mengobati berbagai macam penyakit? Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan nutrisi berbagai jenis vitamin dan mineral dalam daun kelor ini. Sebagai contoh, kandungan vitamin C dalam daun kelor ternyata bisa mencapai tujuh kali lipat dari kandungan vitamin C dalam jeruk. Tidak heran jika daun kelor ini memiliki manfaat sebagai antioksidan. Bagaimana dengan vitamin A? ternyata kandungan vitamin A dalam daun kelor ini empat kali lipat dibandingkan dengan kandungan vitamin A dalam wortel. Berikutnya, kandungan kalsium dalam daun kelor ternyata memiliki kandungan empat kali lebih banyak dibandingkan dengan klasium susu.

Masih banyak kandungan zat-zat mineral dalam daun kelor yang memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidak heran, saat ini daun kelor menjadi populer kembali untuk digunakan sebagai alternative bagi pengobatan berbagai macam penyakit. Selain lebih aman, karena bahannya menggunakan seratus persen alami, dari daun kelor, tanpa campuran zat kimia, juga akan lebih murah karena bahannya mudah didapat. Pohon daun kelor ini termasuk jenis pohon yang mudah tumbuh didaerah manapun.

Mengingat manfaatnya yang banyak bagi kesehatan, saat ini sudah banyak tersedia produk alternative pengobatan berbahan dasar daun kelor ini. Kemasan dan bentuknya pun beraneka macam, ada yang dikemas dalam bentuk teh kering, teh celup maupun kapsul. Harganya pun relative murah jika dibandingkan dengan obat berbahan dasar zat kimia.

 

Khasiat Daun Kelor Makin Populer

Sejak jaman dahulu daun kelor telah diketahui memiliki berbagai khasiat khususnya untuk kesehatan. Para orang tua jaman dulu telah memanfaatkan daun kelor ini untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit. Penyakit yang paling sering umum diobati dengan penggunaan daun kelor ini adalah penyakit demam. Selain itu, daun kelor juga biasa digunakan untuk bahan sayuran.

Dari beberapa literature yang ada, diketahui daun kelor memiliki khasiat sebagai antimikroba, antibakteri, antioksidan, mempercepat penyembuhan berbagai penyakit radang, mengobati penyakit flu dan pilek, cacingan, bronchitis, kanker, dan tiroid. Beberapa literature bahkan menyebutkan bahwa daun kelor ini memiliki khasiat juga untuk mengendalikan virus herpes simplek dan HIV/AIDS.

Timbul pertanyaan mengapa daun kelor ini memiliki begitu banyak khasiat untuk kesehatan, terutama dalam mengobati berbagai macam penyakit? Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan nutrisi berbagai jenis vitamin dan mineral dalam daun kelor ini. Sebagai contoh, kandungan vitamin C dalam daun kelor ternyata bisa mencapai tujuh kali lipat dari kandungan vitamin C dalam jeruk.

Tidak heran jika daun kelor ini memiliki manfaat sebagai antioksidan. Bagaimana dengan vitamin A? ternyata kandungan vitamin A dalam daun kelor ini empat kali lipat dibandingkan dengan kandungan vitamin A dalam wortel. Berikutnya, kandungan kalsium dalam daun kelor ternyata memiliki kandungan empat kali lebih banyak dibandingkan dengan klasium susu.

Masih banyak kandungan zat-zat mineral dalam daun kelor yang memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh. Tidak heran, saat ini daun kelor menjadi populer kembali untuk digunakan sebagai alternative bagi pengobatan berbagai macam penyakit. Selain lebih aman, karena bahannya menggunakan seratus persen alami, dari daun kelor, tanpa campuran zat kimia, juga akan lebih murah karena bahannya mudah didapat.

khasiat yang terkandung  dalam daun kelor Pohon daun kelor ini termasuk jenis pohon yang mudah tumbuh didaerah manapun. Mengingat khasiatnya yang banyak bagi kesehatan, saat ini sudah banyak tersedia produk alternative pengobatan berbahan dasar daun kelor ini. Kemasan dan bentuknya pun beraneka macam, ada yang dikemas dalam bentuk teh kering, teh celup maupun kapsul. Harganya pun relative murah jika dibandingkan dengan obat berbahan dasar zat kimia.

 

Daun Kelor Bermanfaat Luar Biasa

Pohon kelor memiliki daun yang mengandung nutrisi paling lengkap dibanding dengan tumbuhan jenis apapun. Selain vitamin dan mineral, daun kelor juga mengandung semua asam amino esensial (asam amino yang tidak diproduksi sendiri oleh tubuh dan karena itu harus disuplai dari luar tubuh dalam bentuk jadi). Asam amino sangat vital sebagai bahan pembentukan protein. Penelitian juga membuktikan bahwa daun ini sama sekali tidak mengandung zat berbahaya. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia masyarakat sudah biasa memanfaatkannya sebagai sayuran, terutama untuk memperbanyak dan melancarkan ASI seperti halnya daun katuk.

Selama ini jika kita bicara tentang sumber Vitamin A, yang terbayang adalah wortel, padahal dengan berat yang sama Vitamin A pada daun kelor jauh lebih banyak dibanding wortel.

Dengan perbandingan berat yang sama, daun kelor juga mengandung Vitamin C lebih banyak dibanding jeruk, kalsium empat kali lipat susu, potasium tiga kali lipat pisang, protein dua kali lipat yogurt dan zat besi jauh lebih banyak daripada bayam. Dari 24 unsur nutrisi (beberapa vitamin, mineral dan asam amino) yang kami uji di laboratorium milik sebuah universitas di Malang, semua terdeteksi keberadaannya dengan kadar yang cukup signifikan.

Pohon kelor adalah pohon yang mudah tumbuh di daerah tropis. Pohon ini diduga berasal dari daerah sekitar Nepal, India. Di Indonesia, pohon ini tumbuh di mana-mana dan banyak ditanam oleh petani sebagai pagar atau batas kebun karena pohon ini memang awet hidup, pada musim kemarau panjang sekalipun.

Mungkin kita patut meniru negara-negara di Afrika untuk membantu mengatasi masalah gizi buruk dengan kelor. Untuk sebagian besar saudara kita, jeruk masih mahal, wortel juga mahal, susu terlalu mahal, yogurt sangat mahal, obat semakin mahal, dokter tambah mahal.

Hanya kelor yang kemungkinan bisa tetap dibuat murah karena menanamnya juga sangat mudah, bisa tetap tumbuh nyaris tanpa perawatan, dan mulai bisa dipanen pada umur yang cukup singkat. Tancapkan saja beberapa batang kelor di sembarang jenis tanah dan tunggu 2 atau 3 bulan, daunnya sudah mulai bisa dipetik untuk dimanfaatkan. Dalam 40 hari berikutnya, trubusnya sudah bisa diambil lagi dan begitu seterusnya sampai generasi anak cucu.

Lain dulu lain sekarang. Dengan penelitian ilmiah, terungkap bahwa daun ini ternyata mengandung berbagai unsur nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk memulihkan dan menjaga kesehatan. Variasi dan kadar kandungan nutrisi daun kelor berada di luar batas-batas kewajaran. Fenomena aneh ini diakui di dunia barat sekalipun karena memang dasarnya adalah penelitian ilmiah. Tidak heran banyak media masa internasional mempopulerkan pohon kelor sebagai “miracle tree” alias pohon ajaib, bahkan ada yang menyebutnya sebagai “tree for life”. Memang mengagumkan. Bayangkan saja, jika kita memiliki sebuah pohon di halaman rumah yang bisa ditanam dan dirawat dengan mudah, tidak mati meskipun diterpa kemarau panjang, daunnya bisa disayur untuk memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh, bisa digunakan sebagai obat ketika kita sakit, selain itu bijinya juga bisa untuk menjernihkan air yang kita minum. Kedengarannya seperti pohon yang hanya ada di dunia angan-angan, namun kenyataannya memang ada.

Adalah Lowell Fuglie, seorang warga negara Prancis yang tinggal dan bekerja di Senegal, yang pertama kali meneliti kandungan nutrisi daun kelor. Pada akhir tahun 90an orang ini mulai meneliti daun kelor dan menemukan bukti bahwa ibu-ibu hamil yang mengalami gizi buruk sekalipun masih bisa dibantu untuk memiliki bayi yang sehat dengan cara mengonsumsi daun kelor. Hasil penelitian si Lowell ini sekarang banyak dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memerangi gizi buruk, terutama negara-negara berkembang di semenanjung Afrika. Program penggalakan penanaman daun kelor di negara-negara Afrika merupakan kampanye yang intensif melalui lembaga-lembaga pendidikan dan swadaya masyarakat. Tak kurang dari seorang sekjen PBB (Kofi Annan pada waktu itu) ikut mendukung sosialisasi penggunaan daun kelor untuk memerangi gizi buruk.

 

Sejuta Khasiat Daun Kelor 

Daun Kelor Bermanfaat Luar Biasa Daun Kelor adalah bagian yang mengandung banyak manfaat. Secara umum dapat dikonsumsi karena mengandung gizi dan protein tinggi. Remasan daun dapat juga dimanfaatkan sebagai penutup luka. Daun kelor dapat digiling halus untuk dijadikan bedak penghilang noda dan flek di wajah.

Daun kelor adalah bahan yang sangat bagus untuk berbagai masakan. Di pedesaan daun kelor dimanfaatkan sebagai campuran sayur asam atau ada juga semacam sayur kelor.

Berikut beberapa khasiat daun kelor :

  1. Anti inflamasi

Kelor memiliki fungsi pengobatan karena mengandung kalsium dan pospor. Kandungan mineral dan vitamin sangat tinggi dibanding sayuran lainnya. Tidak heran, media asing banyak yang menyebut kelor sebagai “miracle tree” maupun “Tree for Life”.

Dari penelitian daun kelor mamppu menghambat aktifasi NFkB dan menurunkan ekspresi protein tumor.

  1. Menurunkan kolesterol jahat

Kelebihan kolesterol dapat memacu berbagai penyakit. Tingginya kadar kolesterol dipicu pola makan yang kurang sehat dan ditambah faktor psikologis seperti stress. Hormon adrenalin dan kostisol dapat memicu produksi kolesterol dalam tubuh.

Penelitian tentang daun kelor membuktikan, bahwa efek dari ekstrak kelor dapat sebanding dengan obat atenolol dalam menurunkan kadar lemak dalam tikus. Penelitian ini masih banyak dilakukan juga terkait peran i2 sitosterol, senyawa bio aktif yang terkandung dalam daun kelor.

  1. Mengatasi Nyeri, Letih, Linu

Daun kelor mengandung pterigospermin yang merangsang kulit sehingga dapat berfungsi sebagai param yang manghangatkan. Jika daun kelor dilumat dan dibalur akan mengurangi rasa nyeri karena bersifat analgesik.

Manfaat daun kelor ini juga telah dibuktikan dengan mengatasi gizi buruk di afrika. 10 Tahun yang lalu jika kita mendengar ethiopia pasti identik dengan kelaparan. Tapi hari ini berkat daun kelor bersama dengan program PBB dan LSM mampu menuntaskan masalah kelaparan dengan media daun kelor dan pohon kelor.

 

Daun Kelor Untuk Obat

Manfaat daun kelor untuk obat kini semakin banyak yang merasakan manfaatnya. Dari beberapa jurnal yang kami temukan, memang dari beberapa studi terhadap daun kelor ini sangat luar biasa. Beberapa manfaat daun kelor untuk obat antara lain adalah :

Menurunkan kolesterol

Pada studi yang dilakukan pada kelinci diberi makan daun kelor 200mg/kg/hari ditemukan menurunkan kadar kolesterol ,fosfolipid ,trigliserida ,VLDL ,LDL. Penggunaan daun kelor pada kelinci yang normal dapat menurunkan kadar HDL. Dari hasil penelitian tersebut, studi ini menunjukkan bahwa daun kelor memiliki efek hypolipidaemic.

Menurunkan kadar gula dalam darah

Daun kelor memiliki lebih banyak antioksidan dibandingkan dari daun hijau. Daun kelor atau Moringa mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan untuk reaksi biokimia untuk melakukan regenerasi secara teratur. Para peneliti di London baru-baru ini melaporkan bahwa vitamin D sangat penting untuk sel-sel islet dalam pankreas dapat mensekresi insulin dengan baik.

Menurunkan tekanan darah tinggi

Nutrisi penting yang dibutuhkan oleh seseorang yang menderita tekanan darah tinggi Kalsium, Magnesium, Kalium, Zinc, dan Vitamin E. Daun kelor mengandung seluruh zat gizi tersebut di dalamnya. Moringa mengandung Vitamin C membantu mendukung produksi tubuh oksida nitrat, yang sangat penting untuk fungsi normal dari pembuluh darah. Semakin baik pembuluh darah Anda bekerja, menurunkan risiko hipertensi.

Membantu mencegah kanker

Pohon kelor telah lama diakui secara tradisional sebagai solusi dalam pengobatan tumor dan kanker. Meskipun penelitian ilmiah menjadi efek dari pohon kelor pada kanker telah dibatasi, tampaknya ada beberapa bukti yang mendukung manfaat kelor. Sebagai contoh, jurnal Asia Pacific Journal of Cancer Prevention melaporkan bahwa penurunan dramatis dalam papiloma kulit ditunjukkan pada tikus setelah mengkonsumsi daun kelor.

Selain manfaat diatas, daun kelor untuk obat juga dikenal bermanfaat untuk mengatasi : reumatik, asam urat, artritis, Mampu meningkatkan imunitas, dan merupakan sumber antioksidan tinggi.

Daun Kelor Untuk Diabetes

Manfaat daun kelor sangat banyak sekali dalam dunia pengobatan tradisional. Manfaat daun kelor yang paling sederhana adalah penggunaan daun kelor untuk mengobati sakit demam atau panas a=pada anak bayi dan anak balita. Hal ini telah dilakukan sejak jaman dahulu karena daun kelon memiliki efek mendinginkan suhu tubuh yang panas. Bahkan karena tingginya kandungan zat-zat nutrisi yang dibutuhkan bagi tubuh, badan kesehatan dunia, WHO menganjurkan bahwa setiap bayi hendaknya diberikan asupan daun kelor sebagai sayur, mengingat kandungan protein, kalsium dan vitamin yang terdapat dalam daun kelor sangat tinggi dibandingkan dengan buah atau sayuran lain.

Riset membuktikan bahwa daun kelor efektif digunakan sebagai pengobatan penyakit berbagai masalah penyakit pencernaan, seperti luka lambung dan luka usus. Kandungan anti oksidan dalam daun kelor sangat tinggi sehingga bisa digunakan untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak. Daun Kelor bisa pula dingunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga sangat berguna untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Penelitian lain menyebutkan bahwa kelor bisa pula digunakan untuk penyembuhan penyakit kanker, karena ternyata memiliki efek sebagai penjinak sel-sel kanker. Manfaat lain dari daun kelor diantaranya adalah untuk menormalkan fungsi ginjal, memperbaiki fungsi hatin dan bersifat anti radang.

Daun Kelor mengandung sejumlah besar asam oleat. Seperti dengan semua senyawa nutrisi tinggi lainnya yang terkandung dalam daun kelor. Asam oleat ini tidak diproses atau disintesis dengan cara apapun, sehingga tersedia untuk diserap secara langsung oleh tubuh manusia.

Selain mengandung asam oleat dengan kadar sangat tinggi (73 %), daun Kelor pun padat nutrisi penting lainnya yang membantu dalam memerangi diabetes. Beberapa sumber mengungkapkan tidak ada jenis tanaman lain di bumi yang lebih padat nutrisinya dibanding Daun Kelor.

Kasus Diabetes retinopati, atau kerusakan mata dari diabetes berkepanjangan, terjadi pada sekitar 40 % dari semua orang Amerika yang didiagnosis. Hal ini dapat menyebabkan kebutaan dari waktu ke waktu. Daun Kelor sangat kaya dengan vitamin A (daun segar mengandung 4 kali dan serbuk daun mengandung 10 kali lipat vitamin A dalam wortel) berfungsi untuk membangun kekuatan kornea, menghentikan peradangan mata dan menghindari resiko degenerasi.

Vitamin C diperlukan untuk regulasi insulin. Kekurangan vitamin C dapat mempengaruhi kemampuan pankreas untuk mengeluarkan insulin, yang memberikan kontribusi pada peningkatan yang tinggi dari gula darah. Daun Kelor mengandung kadar tinggi vitamin C (daun segar mengandung 7 kali lipat vitamin C dalam jeruk) yang membantu pankreas mengeluarkan insulin pada tingkat yang normal. Daun Kelor sebagai sumber yang kaya asam askorbat membantu dalam sekresi insulin. Inilah yang membuat kelor sangat bermanfaat bagi penderita diabetes.

Vitamin D sangat penting untuk sel-sel dalam pankreas untuk dapat mensekresikan insulin dengan benar. Dalam penelitian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat vitamin D paling rendah, memiliki risiko lebih besar terkena diabetes. Perlu dicatat bahwa nutrisi tertentu seperti vitamin B1, B2, B12, asam pantotenat, vitamin C, protein dan kalium – bersama dengan makan ringan yang mengandung karbohidrat – benar-benar dapat merangsang produksi insulin dalam tubuh.

Berbagai jenis vitamin dan mineral lainnya juga dapat membantu dalam produksi dan regulasi insulin, baik di pankreas dan tempat lain di seluruh tubuh. Misalnya, vitamin E telah ditunjukkan dalam beberapa studi untuk mengurangi risiko terkena diabetes. Vitamin E memudahkan tubuh untuk mengangkut dan mengelola insulin dengan meningkatkan integritas membran sel.

Daun Kelor untuk diabetes juga mengandung 46 antioksidan kuat lainnya, sangat membantu dalam meningkatkan manajemen tubuh Anda dan regulasi gula darah pada tingkat sel dan menyediakan asupan makanan dengan spektrum penuh nutrisi untuk menyeimbangkan efek dari diabetes. Dengan begitu banyaknya manfaat daun kelor tersebut, beberapa produsen produk herbal membuat ekstrak daun kelor dalam berbagai bentul, baik kapsul, tablet maupun dalam bentuk teh. Hal ini tentu akan mempermudah konsumen untuk mendapatkan manfaat daun kelor yang lebih praktis

Daun Kelor, Ratu Vitamin A

Setelah membaca artikel ini, Anda harus berfikir ulang meminum supplement vitamin A untuk menjaga kesehatan mata. Daun kelor (Moringa oleifera) ternyata sangat kaya akan kandungan vitamin A dibandingkan wortel

Sekilas daun kelor mirip dengan daun katuk, bentuknya bulat dan berwarna hijau. Tanaman daun kelor merupakan pohon berkayu yang tingginya bisa mencapai 6 meter. Biji tanaman kelor yang sudah tua bisa dimanfaatkan sebagai penjernih air sumur yang keruh. Sedangkan daun kelor enak dimakan menjadi beragam masakan.

Keunggulan daun kelor terletak pada kandungan nutrisinya yang luar biasa, terutama golongan mineral dan vitamin. Setiap 100 g daun kelor mengandung 3390 SI vitamin A. Dua kali lebih tinggi dari bayam dan tigapuluh kali lebih tinggi dari buncis. Daun kelor juga tinggi kalsium, sekitar 440 mg/100 g, serta fosfor 70 mg/100 g. Aroma daun kelor agak langu, namun aroma berkurang ketika daun mudanya diolah menjadi sayur bening atau sayur bobor.

Pengalaman khasiat daun kelor

Pengalaman teman-teman dari Papua yang telah mengonsumsi ekstrak daun kelor yang dikemas dalam kapsul menyatakan bahwa kasiat kapsul tersebut sangat luar biasa. Seorang teman bernama Hans yang mengalami kesemutan di tangan sebelah kanan dan telah menjalani medivac di rumah sakit internasional di Jakarta dan belum sembuh kemudian mencoba mengonsumsi kapsul tersebut berangsur-angsur kesemutannya hilang dan sekarang sudah sembuh dan kembali bekerja.

Beberapa teman yang mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol pada saat cek up tahunan juga menyatakan bahwa tekanan darah dan kolesterolnya normal kembali setelah mengonsumsi kapsul tersebut. Dan masih banyak pengalaman-pengalaman yang lain dari teman-teman yang telah mengonsumsi kapsul daun kelor tersebut.

sumber : Budi Sutomo dan lain-lain

 

Moringa Oleifera Nama Latin Daun Kelor

Moringa Oleifera (kelor) merupakan nama latin dari tanaman kelor. Sejak dahulu tanaman moringa oleifera ini telah dikenal memiliki khasiat dan manfaat yang banyak untuk kesehatan. Khasiat ini bukan hanya diketahui oleh masyarakat Indonesia saja, ternyata orang-orang dari belahan bumi yang lainnya pun telah mengetahui khasiat dan manfaat moringa oleifera atau daun kelor ini sejak dahulu.

Secara umum tampilan fisik dari tanaman moringa oleifera ini adalah tumbuhan yang memiliki tinggi batang sekitar 7 sampai 11 meter. Daunnya berbentuk oval telur dengan ukuran kecil yang memiliki susunan majemuk dalam satu tangkai. Memiliki bunga berwarna putih kekuningan, sedangkan buahnya berbentuk segitiga memanjang. Masyarakat Indonesia biasa memanfaatkan daun dan buah kelor ini untuk bahan sayuran. Dibalik manfaatnya sebagai bahan sayuran, daun kelor atau moringa oleifera ini ternyata memiliki khasiat yang besar untuk pengobatan berbagai macam penyakit.

Beberapa penelitian ilmiah telah membuktikan kegunaan daun kelor atau moringa oleifera ini untuk pengobatan penyakit. Peneliti dari India, Senthil Kumar, menyebutkan bahwa moringa oleifera dapat digunakan sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati. Selain itu, peneliti dari UGM menyebutkan bahwa daun kelor ini sangat cocok digunakan untuk pengobatan penyakit yang berhubungan dengan pencernaan tubuh, seperti luka usus atau luka lambung.

moringa oleifera (kelor)Penelitian lain menyebutkan bahwa daun moringa oleifera ini memiliki efek energy dingin, yang cocok untuk digunakan untuk penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh energy panas, seperti radang atau kanker. Selain penyakit-penyakit tersebut, masih banyak jenis penyakit lainnya yang bisa disembuhkan oleh daun kelor ini.

Daun Moringa Oleifera memiliki khasiat yang tinggi untuk pengobatan berbagai macam penyakit tidak lain karena daun moringa oleifera ini memiliki kandungan zat-zat nutrisi dengan kadar tinggi. Ambil contoh, kandungan vitamin C dalam daun kelor ternyata bisa mencapai tujuh kali lipat dari kandungan vitamin C dalam jeruk. Tidak heran jika daun kelor ini memiliki manfaat sebagai antioksidan.

Bagaimana dengan vitamin A ? ternyata kandungan vitamin A dalam daun kelor ini empat kali lipat dibandingkan dengan kandungan vitamin A dalam wortel. Berikutnya, kandungan kalsium dalam daun kelor ternyata memiliki kandungan empat kali lebih banyak dibandingkan dengan klasium susu.

Jadi, tidak heran kalau daun moringa oleifera ini sangat cocok digunakan sebagai alternatif pengobatan penyakit-penyakit tersebut diatas.

Daun Kelor Makin Populer

Setahun terakhir, kelor atau Moringa oleifera (sinonim *Guilandina moringa*)memang naik daun. Indikasinya antara lain kian banyak pasien yang memanfaatkan kelor. Damar Novaldi dan Hartadi hanya sebagian kecil yang merasakan khasiat daun kelor. Kelor juga mujarab mengatasi beragam penyakit lain seperti hepatitis, hiperlipidemia alias kolesterol tinggi, dan jantung. Pemanfaatan kelor sebagai herbal “tak terdengar” bila dibandingkan brotowali Tinospora crispa, sambiloto Andrographis paniculata, atau temuputih Curcuma zedoaria.

Biji klenthang alias polong kelor populer sebagai penjernih air. Namun, siapa sangka di balik itu semua daun kelor manjur sebagai panasea alias obat untuk beragam penyakit. Riset ilmiah mendukung kuat bukti empiris itu. Begitu dahsyatnya khasiat daun kelor mengatasi aneka penyakit. Harap mafhum, daun pohon stik drum itu memang mengandung senyawa aktif dan gizi lengkap.

Beberapa senyawa aktif dalam daun kelor adalah arginin, leusin, dan metionin. Tubuh memang memproduksi arginin, tetapi sangat terbatas. Oleh karena itu perlu asupan dari luar seperti kelor. Kandungan arginin pada daun kelor segar mencapai 406,6 mg; sedangkan pada daun kering, 1.325 mg. Menurut Dr Mien Karmini, arginin meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Di samping itu, arginin juga mempercepat proses penyembuhan luka, meningkatkan kemampuan untuk melawan kanker, dan memperlambat pertumbuhan tumor.

Sementara metionin yang kadarnya mencapai 117 mg pada daun segar dan 350 mg (kering) mampu menyerap lemak dan kolesterol. Oleh karena itu, metionin menjadi kunci kesehatan hati yang banyak berhubungan dengan lemak. Kekurangan metionin menyebabkan beragam penyakit seperti rematik kronis, sirosis, dan gangguan ginjal. Kadar valin dalam daun segar 374 mg atau 1.063 mg (kering) berfungsi dalam sistem saraf dan pencernaan. Perannya antara lain membantu gangguan saraf otot, gangguan mental, emosional, dan insomnia.

Tubuh juga memerlukan leusin karena tak mampu memproduksi sendiri. Daun kelor segar mengandung 492 mg leusin berperan dalam pembentukan protein otot dan fungsi sel normal. “Leusin sangat penting untuk pertumbuhan sel sehingga anak-anak dan remaja mutlak memerlukannya. Ambang batas kebutuhan leusin adalah 55 mg per g protein,” kata Mien Karmini.

Itu hanya sebagian kecil senyawa aktif pada daun kelor. Padahal, selain daun, bagian lain pada tanaman itu juga tak kalah berkhasiat.

Kulit batang Moringa oleifera, umpamanya, berkhasiat antitumor. Pantas bila kini makin banyak herbalis yang meresepkan daun kelor. Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, misalnya, meresepkan daun kelor untuk para pasien beragam penyakit seperti hiperlipidemia dan pendarahan.

Lina memberikan kelor kepada Asih Susilowati yang keguguran. Peran kelor membantu produksi sel darah merah akibat kehilangan darah saat keguguran, memperkuat rahim, dan saluran indung telur. Sebulan setelah rutin mengonsumsi rebusan daun kelor, Asih hamil. Ia melahirkan dengan selamat sembilan bulan kemudian.

Tren daun kelor

Pemanfaatan kelor untuk herbal kini terbukti kian meluas di berbagai daerah. Kondisi itu mendorong Muslihuddin dan Gatot Santosa membuka kebun kelor 1 ha di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Agustus 2009. Jangan bayangkan tanaman kelor yang tinggi menjulang. Kelor budidaya tak lebih dari 75 cm karena pekebun kerap memanen seperti teh. Dari kebun itulah mereka mengekstrak kelor. Produksinya baru 200 botol – masing-masing 30 kapsul – per bulan.

Itu bukti bahwa kelor memang tanaman serbaguna: daun, kulit batang, polong, akar, bahkan getahnya pun berkhasiat obat.

(*Sardi Duryatmo/Peliput: Andari Titisari, Imam Wiguna, Pranawita Karina, & Tri Susanti*)


Pilihan Bahasa