Herbal Anugrah Alam

   Jarak Pagar untuk Obat

 

                Jarak pagar (Jatropha curcas), begitu biasa tanaman ini dipanggil dikarenakan kebiasaan melihat tanaman ini tumbuh kebanyakan sebagai pagar. Adapun rupa tanamannya, memiliki perawakan tanaman yang kekar, batangnya berkayu bulat dan banyak mengandung banyak getah. Daunnya lebar dengan sisi berlekuk-lekuk sebanyak  3-5 buah, dan buah berbentuk bulat telur berwarna hijau pekat dan permukaannya licin atau gundul.

                Jauh diluar dugaan, manfaat jarak pagar ternyata 

tidak sekedar sebagai pagar atau tanaman pelindung. Belakangan diketahui dari penelitian, jarak pagar ini ternyata mengandung zat penyamak sebanyak 11-18%.Sedangkan bijinya berisi minyak curcos kurang lebih 35-45%,yang terdiri dari gliserida-gliserida, asam palmitat stearat, dan kurkanolat. Disamping itu minyak yang diambil lewat pengepresan biji ini masih mengandung protein racun yang disebut krusin, alkaloid, dan saponin.

                Dengan demikian, minyak yang berwarna kuning, kental, dan tidak berbau ini sangat beracun oleh karena itu hanya boleh digunakan sebagai obat luar. Dr. A. P. Dharma, dalam "Tanaman Obat Tradisional Indonesia" antara lain menulis; air perasan daunnya yang kental dapat digunakan sebagai obat peluntur, obat kumur, sampai pencuci borok. Minyaknya yang dicampur dengan belerang, parafin, dan beberapa tetes terpentin, dapat digunakan untuk mengobati luka.

                Dikampung-kampung, sebagai obat tradisional, getah jarak yang berwarna jernih kekuningan itu kerap dipakai sebagai obat tetes pada telapak kaki yang terkena kutu air dan bercak.

                Tumbukan daun segarnya sebanyak 5 lembar ditambah minyak kelapa 1 sendok teh lazim juga digunakan sebagai pembasmi cacing kremi, dengan jalan menempelkannya pada dubur anak-anak ketika tidur dan dibersihkan esok harinya. Dari berbagai khasiat ini tampak jelas betapa kegunaan tanaman jarak pagar tidak hanya sekedar sebagai pagar, tapi juga sebagai obat.

 

Sumber: Majalah Trubus . 217. TH. XVIII Desember 1987. Penulis, Sardianto/Pin. 

                

 

Update terakhir: October 23. 2021 11:31:44
Pilihan Bahasa