Herbal Anugrah Alam

   Daun Dewa Melawan Tumor

Di Jateng ia disebut Sambung Nyawa, karena penderita tumor yang memakai daun ini sebagai obat dapat tersambung lagi nyawanya sampai  berumur panjang. Di Sumatera ia disebut Daun Dewa, karena tepian daunnya bergerigi seperti ornamen baju para dewa. Duduk daunnya seperti beluntas, hingga ia juga disebut Beluntas Cina. Daun dewa (Gynura procumbens) ini masih berkerabat dengan beluntas (Pluchea indica).  Mereka sama-sama masih satu famili Compositae.

Pada jaman VOC dulu, oleh orang-orang Cina Betawi,  ia sengaja ditanam untuk dimanfaatkan sebagai obat ginjal. Sakit ginjal ini menjadi ringan setelah penderitanya makan daun itu secara teratur sebagai lalap. Tapi jenis penyakit ginjal yang mana yang bisa diobati dengan lalap ini, tidak dijelaskan. Mungkin penyakit ginjal yang disebabkan karena ada tumor dianak ginjal. Daun dewa yang masih muda ini kadang-kadang dimakan daunnya sebagai lalap yang sedap karena mengandung minyak asiri, yang baru keluar kalau daun sudah memar.

Daun dewa sudah lama terbukti dapat menumpas kutil pada kulit.  Lima helai daun dewa ini digerus bersama gula kelapa secukupnya sampai lumat, lalu dilumurkan pada kutil yang ingin diberantas dan dibalut. Esok harinya dilepas, tapi yang berat mungkin perlu penanganan ulang.

Daun dewa memang mengandung saponin (sejenis glikosid) yang bersifat hemolitik, memecah sel darah merah.  Kutil pada kulit bisa timbul karena sebelumnya ada sel-sel jaringan yang sudah terpecah tapi tidak bisa dibersihkan dan dibuang keluar dari badan melalui ginjal. Sampah jaringan ini tetap tinggal ditempat membentuk kutil.  Oleh saponin dari daun dewa ini ia dipecah dan dibersihkan dengan paksa.

Tumor pada kulit yang terkenal sebagai uci-uci juga serupa dengan kutil. Bedanya kalau kutil terletak didekat permukaan kulit, maka uci-uci lebih dalam letaknya, antara kulit dan jaringan daging. Berdasarkan pengalaman seseorang  yang mengidap uci-uci.  Ia makan daun dewa yang enak itu sebagai lalap 3-4 lembar sehari secara teratur.  Makin lama uci-ucinya makin mengecil, sampai akhirnya hilang.

Sumber : Majalah Trubus 265. TH. XXII Desember 1991, Penulis, Slamet Soeseno. 

 

Catatan :  

Daun Dewa dan Sambung Nyawa, dua tanaman obat yang berbeda.

Tanaman Obat | Daun Dewa | Gynura divaricataDaun Dewa  .... Gynura divaricata 

Tanaman Obat | Sambung Nyawa | Gynura procumbensSambung Nyawa .... Gynura procumbens

Update terakhir: October 23. 2021 11:31:44
Pilihan Bahasa