Herbal Anugrah Alam

   Gandarusa sebagai Obat Rematik

                Gandarusa sudah turun temurun dipergunakan sebagai obat. Tanaman ini antara berkhasiat untuk menurunkan panas, meredakan batuk, dan memperlancar air kencing. Namun rupanya gandarusa juga berkhasiat sebagai obat rematik.

                Gandarusa (Justicia gendarussa) adalah tanaman setengah perdu, tumbuhnya tegak, daun sering bercabang banyak. Tingginya berkisar 0, 7-1, 8m. Batang muda berwarna ungu dan yang tua coklat muda.

                Bagian tanaman yang berkhasiat obat adalah daun dan akarnya. Daunnya berwarna hijau keunguan, berbentuk lanset seperti mata tombak dan susunannya di batang saling berhadapan. Tanaman ini banyak ditanam sebagai pagar hidup. Di Aceh ia disebut besi-besi, di Bima gendarusa, dan di Ternate puli. Selain ditanam sebagai pagar hidup tanaman ini biasanya tumbuh liar dihutan atau dipinggir sungai.

                Gandarusa antara lain mengandung alkoloid justisiin dan kalium dalam jumlah banyak. Diantara kedua zat tadi, yang berperan menghilangkan rasa sakit akibat rematik adalah kalium. Zat ini bersifat diuretik, yaitu bisa memperbanyak keluarnya air seni. Air seni yang banyak akan memperbanyak pula sisa-sisa zat hasil metabolisme yang tidak berguna termasuk asam urat.,yaitu asam dalam darah yang bisa menyebabkan rematik.

                Selain itu,  sebagai obat luar, gandarusa yang dicampur kapur sirih dan merica kalau digosokkan pada bagian yang sakit bisa menimbulkan rasa hangat. Pembuluh darah akan melebar sehingga sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan rasa sakitpun hilang.

                Sebagai obat dalam untuk mendorong keluarnya air seni, daun gandarusa 20g direbus dengan 3 gelas air selama 1/2 jam. Air rabusannya disaring lalu diminum 3 kali sehari, 1 gelas setiap kali minum. Hal ini dilakukan sampai rasa sakit rematik hilang.

                Selain itu kalau gandarusa akan dimanfaatkan sebagai obat luar juga bisa menggunakan ramuan sebagai berikut, daun gandarusa 20g, daun landep 20g, daun encok 20g dicampur lalu ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukan ditambahminyak kelapa sebanyak 400ml dan dipanaskan dengan api kecil. Setelah hangat, campuran ini dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.

 

Sumber : Majalah Trubus 238. TH. XX. September 1989. Penulis, Yoe Edy/Wahyono, Fak. Farmasi UGM.

 

 

Update terakhir: October 23. 2021 11:31:44
Pilihan Bahasa