Mengenal Ayurveda sebagai dasar pengobatan herbal

Ayurveda adalah ilmu kesehatan yang berasal dari negara India. Ayurveda telah dikenal lebih dari 5000 tahun yang lalu dan secara bertahap penyebarannya mencakup area China, Tibet, Greek, Roman, Egypt, Afganistan, dan Persia. Secara global Ilmu Ayurveda dikenal sebagai ilmu yang membahas tentang pengobatan yang menggunakan bahan alami sebagai media pengobatannya, tidak hanya yang berasal dari tanaman organik / Herbal, tetapi Ayurveda juga yang bersumber dari mineral seperti sulfur hingga metal berat seperti merkuri. Ayurveda juga memadukan teknik pemijatan/massage untuk membantu terapi pasien. Pengobatan Ayurveda merupakan pengobatan holistik yang juga mencakup jiwa atau kehidupan emosional dan spiritual dalam rangkaian pengobatannya.

Ayurveda mencari akar dari penyakit dengan menyeimbangkan kembali 3 dosha yang ada pada tubuh. Ayurveda kuno memiliki 8 cabang pengobatan yang nantinya berkembang menjadi berbagai spesialisasi di kedokteran modern. 8 cabang ayurveda yakni:

- Internal medicine ( kāyachikitsā)

- Telinga, Hidung, Tenggorokan/ Ear nose and throat (shālākya tantra)

- Toxicology (Vishagara-vairodh tantra)

- Pediatrics (kaumāra britya)

- Surgery (Śhalyā tantra)

- Psychiatry (Bhuta vidya)

- Aphrodisiacs (Vājikarana)

- Rejuvenation (Rasāyana)

Pengobatan Ayurveda telah dikenal secara mendunia dan telah diterapkan dalam berbagai cabang kedokteran pada umumnya, seperti dalam mengatasi masalah kecantikan, penyakit kronis, penyakit dalam, kemandulan, penyakit penuaan dini, keperkasaan hingga yang sudah tidak asing lagi adalah penyakit stress dengan metode reflektologinya. Titik titik akupuntur/ accupresure yang dikenal di pengobatan tradisional China adalah berdasar dari titik marma/ titik vital tubuh di Ayurveda.

Ayurveda dalam referensi kunonya berasal dari bahasa sansrit yang terdiri dari dua kata, yaitu "Ayu" yang berarti kehidupan, dan "Veda" yang berarti pengetahuan. Sehingga Ayurveda dapat diartikan sebagai, Ilmu yang membahas tentang aspek kehidupan. Secara historical, disebutkan bahwa tranformasi Ilmu pengobatan Ayurveda yang berasal dari para Dewa hingga pada ahirnya sampai kepada manusia. Terdapat beberapa referensi kuno yang berhasil di dokumentasikan dalam bentuk "Sloka" yang berarti percakapan antara Ilmu yang diberikan oleh sang Guru kepada muridnya dalam bentuk syair, seperti Caraka Samhita, Susrutha Samhita dan Asthanga Hrdaya yang ketiganya dikenal sebagai "Brhad Traye" (Tiga Guru besar).

Salah satu teori yang terkenal adalah "Tri Dosha" yang merupakan pengelompokkan daripada tiga unsur penting yang berfungsi sebagai penyangga kehidupan dan yang pada akhirnya juga bertanggung jawab atas terjadinya penyakit dalam jasmani seseorang. Tri Dosha terdiri dari Vayū yakni elemen ether dan udara, Pitta yakni elemen api dan air, dan Kapha yakni elemen air dan bumi.

Sumber 1: https://id.wikipedia.org/wiki/Ayurweda 

 

Jenis Energi dalam Ayurveda

Dalam pengobatan Ayurveda, ketidakseimbangan pada ketiga dosha dipercaya akan memicu kemunculan penyakit. Ketiga dosha tersebut terdiri dari unsur di bawah ini:

-Pitta dosha (api dan air)

Energi ini mengelola beberapa hormon yang berhubungan dengan nafsu makan, pencernaan, serta metabolisme tubuh. Kelelahan, terlalu lama di bawah sinar matahari, atau mengonsumsi makanan pedas ataupun asam, dipercaya dapat mengganggu keseimbangan pitta dosha. Seseorang yang didominasi pitta dosha lebih berisiko menderita penyakit Crohn, hipertensi, penyakit jantung, tekanan emosi dan infeksi.

-Vata dosha (ether dan udara)

Energi ini mengatur jalur pernapasan, aliran darah, fungsi jantung, pikiran, serta kemampuan tubuh mengeluarkan racun dari usus. Begadang, ketakutan, dan mengonsumsi seporsi makanan lain terlalu cepat setelah makanan utama dapat mengganggu keseimbangan elemen ini. Risiko penyakit jantung, asma, kecemasan, gangguan sistem saraf, penyakit kulit dan rheumatoid arthritis akan lebih besar jika tubuh didominasi vata dosha.

-Kapha dosha (bumi dan air)

Energi Kapha dosha berperan mengatur berat badan, pertumbuhan otot, sistem kekebalan tubuh, serta kekuatan dan stabilitas tubuh. Makan setelah perut kenyang, mengonsumsi terlalu banyak makanan manis dan asin dapat menyebabkan gangguan pada dosha ini. Menurut sudut pandang Ayurveda, tubuh yang didominasi kapha berpotensi mengalami kanker, diabetes, mual setelah makan, asma atau obesitas.

Sumber 2: https://www.alodokter.com/mengenal-prinsip-dan-metode-pengobatan-ayurveda
 
 
Beberapa bahan herbal disebutkan di dalam Ayurveda untuk mengatasi penyakit, seperti tumbuhan putri malu yang dapat digunakan untuk mengatasi diare, disentri amuba, ambeien, masalah ginekologi (yang berhubungan dengan kewanitaan), penyakit kulit, bronkitis dan disentri. Namun untuk penggunaannya juga harus dibatasi dengan takaran yang dianjurkan. Karena selain memiliki khasiat, putri malu juga dapat menimbulkan katarak, gondok dan menurunkan kesuburan apabila penggunaannya terlalu berlebihan.
Sumber 3: Buku "100 Plus Herbal Indonesia Vol.11 : Bukti Ilmiah & Racikan", www.trubus-online.co.id
 
Dapatkan bahan-bahan herbal berkualitas dan lengkap di Herbal Anugrah Alam atau di Herbal AA Store.