Herbal Anugrah Alam

   Sambiloto Si Pahit yang Berkhasiat 

Tanaman Obat  SambilotoSambiloto merupakan tanaman asli India. Biasanya tanaman ini tumbuh liar diladang atau ditempat-tempat terbuka lainnya. Namun saat ini telah banyak orang yang membudidayakan dipekarangan sebagai bagian dari apotek hidup.

Pohon sambiloto berbentuk terna dengan ketinggian mencapai 35-95 cm. Daunnya memanjang dan berwarna hijau tua. Bunganya berukuran kecil dan berwarna putih keunguan. Buahnya berukuran kecil, berbentuk silindris, dan berwarna hijau kekuningan.

Tanaman sambiloto (Andrographis peniculata(Burn f) Nees) oleh para ahli botani dimasukkan dalam famili Acanthaceae dan marga Andrographis. Dalam bahasa Cina dikenal dengan nama Chuan xinlian. Dibeberapa daerah diIndonesia dikenal dengan nama papaitan, ki peurat, bidara, kayu mas, lang, ki pait, takila, daun ki ular, sadilata, sampiroto, atau ki oray.

Tanaman ini mengandung Laktone seperti deoksiandrografolid, andrografolid yang merupakan zat pahit, 14-deoksi-11, 12-dehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Selain itu, sambiloto juga mengandung flavonoid, alkaline, keton, kalsium, dan natrium. Kandungan lainnya berupa asam kersik dan damar. Flavonoid lebih banyak diisolasi dari akar berupa polime-toksiflavon, andrografin, panikulin, mono-o-metilwithin, dan apigenin-7, 4-dimetileter.

Bahan Jamu SambilotoSambiloto memiliki rasa pahit. Tanaman ini berkhasiat sebagai antiradang, penghilang nyeri atau analgetik, dan penawar racun. Seluruh bagian tanaman yang telah kering dapat dimanfaatkan sebagai bahan ramuan untuk memelihara dan menjaga kesehatan (daya tahan) tubuh. Bahkan dapat digunakan sebagai obat alami untuk meredakan gejala flu dan rematik.

 

Sumber : Buku Tanaman Obat untuk Mengatasi Rematik dan Asam Urat.  Penulis: dr. Prapti Utami dan Tim Lentera.  Penerbit: Agromedia Pustaka, Jakarta 2005.  

Update terakhir: October 23. 2021 11:31:44
Pilihan Bahasa