Herbal Anugrah Alam

   Tanaman Songgolangit untuk Redakan Nyeri Rematik

                Mendengar nama tanaman songgolangit sebagian orang terutama yang mengerti bahasa Jawa akan mengira tumbuhan tersebut memiliki batang besar dan tinggi. Memang bila dilihat dari asal kata dalam bahasa Jawa songgo langit berarti penyangga langit (songgo = penyangga). Namun bila kita saksikan herba tersebut secara langsung, akan sangat berbeda dari "nama besarnya".

                Songgo langit dialam bebas merupakan semak yang bisa tumbuh dimana-mana sehingga sering orang menggolongkannya sebagai gulma alias tumbuhan pengganggu atau tumbuhan tak berguna. Akan tetapi apakah benar songgolangit hanya berperan sebagai tanaman pengganggu, karena sering tumbuh disekitar tanaman yang dibudidayakan?

                Jawabnya juga ternyata bisa berbeda jauh dengan apa yang mungkin dianggap oleh sebagian orang, karena ternyata songgolangit yang identik dengan jenis rumput, mempunyai manfaat yang baik bagi kesehatan. Pasalnya songgolangit yang juga mempunyai nama ilmiah Tridax procumbens, ternyata sebagai pereda nyeri pada penderita radang sendi dan rematik.

                Hampir semua bagian tumbuhan baik batang, daun, dan bunga yang mempunyai berbagai macam zat seperti tanin, saponin, flavonoid, unsur mineral kalium, calsium, dan magnesium.,berberan sebagai anti inflamasi (anti peradangan) pada kasus tersebut. Selain itu herba  tersebut juga dapat meningkatkan metabolisme hati dan ginjal sehingga berpotensi menurunkan kadar asam urat dalam tubuh.  

                Secara tradisional penggunaan songgolangit untuk mengatasi nyeri rematik yaitu dengan menggunakan 10gr herba (batang, daun, dan bunga), direbus dalam 2, 5 gelas air, hingga tersisa 1 gelas. Minum air rebusan tersebut untuk 2 kali, @ 1/2 gelas pada pagi dan malam hari. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah pada saat perebusan sebaiknya tidak menggunakan alat perebusan dari logam seperti alumunium, karena bisa menyebabkan efektifitasnya berkurang.

 

Sumber: Majalah Herba Edisi 47 Juni 2006, Penulis Heri. 

 

Update terakhir: October 23. 2021 11:31:44
Pilihan Bahasa