Efek Farmakologis Jintan Putih

 

Jintan Putih (Cuminum Cyminum)Cumin, Cumin Blanc, Jinten Putih (Jawa), Xiao Hui Xiang, Zi Ran Qin (Cina)

Merupakan tanaman asli wilayah timur Mediterania hingga India. Dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim sejuk seperti kaki pegunungan Himalaya. Tanaman ini telah dikenal sejak masa Romawi, Persia, hingga jazirah Arab, India dan Mesir Kuno. Aroma harum dan kuat berasal dari kandungan minyak esensial pada bijinya.

 

         Sebagian besar masyarakat di dunia memanfaatkannya sebagai bumbu masakan karena aromanya yang khas. Terdapat pada keju Belanda, seperti keju Leyden. Roti tradisional Perancis juga menggunakan jintan putih sebagai campuran perasa. Di Srilanka jintan putih lebih diminati daripada ketumbar.  Dalam pengobatan tradisional, sifat Karminatif, Antipasmodik dan Astrigennya dapat mengatasi masalah pencernaan ringan, diare, kolik dan Dispepsia. Di Arab, bubuk jintan putih dicampur madu, garam dan butter untuk mengatasi sengatan kalajengking. Di Rusia, digunakan untuk mengobati Pneumonia. Di Amerika dan Inggris dimanfaatkan untuk meringankan gangguan lambung. Di Italia, perannya sebagai purgative (pencahar). Di Tunisia, sebagai Antiseptik dan penurun tekanan darah. Sedangkan di Iran jintan putih dipercaya dapat menanggulangi gangguan pernafasan, diare, sakit gigi dan usus besar.

 

Aktivitas Farmakologis:

               Aktivitas antistres dievaluasi dengan menginduksi stres melalui aktivitas renang dan urinary Vanillylmandelic Acid (VMA) serta Asam Askorbat yang dirancang sebagal biomarker. Aktivitas meningkatkan memori dipelajari lewat Conditioned Avoidance Response (CAR) menggunakan Cook's Pole Climbing Apparatus dan tikus amnesia yang diinduksi Skopolamina. Uji Thiobarbituric Acid Reactive Substances (TBARS) digunakan untuk mengevaluasi Peroksidasi Lipid. Jintan putih yang diberikan dengan dosis 100, 200, dan 300 mg/kg BB per hari satu jam sebelum induksi stres menghambat perubahan biokimia urine yang diinduksi stres pada dose-dependent manner tanpa mengubah level di kelompok kontrol normal. Ekstrak juga menghambat Peroksidasi Lipid dibandingkan dengan Antioksidan Asam Askorbat pada lever dan otak tikus.

(Koppula S, Choi DK 2011. Cuminum cyminum extract attenuates scopolamine-induced memory loss and stress-induced urinary biochemical changes in rats: a noninvasive biochemical approach. Pharm Biol. 49(7): 702-708)

Sebanyak 21 komponen utama penyusun esensial cumin berhasil diidentifikasi menggunakan metode GC dan GC-MS. Mereka adalah Cuminlaldehyde (39,48 %), Gamma-Terpinene (15,21%), 0-Cymene (11,82%), Beta-Pinene (11,13 %), 2-Caren-10-Al (7,93%), Trans-Carveol (4,49%), dan Myrtenal (3,5%). Pada penelitian lanjutan minyak C. cyminum menunjukkan aktivitas kuat sebagai antibakteri dan Antifungal Strain Vibrio Spp. Diameter penghambatan berkisar antara 11 hingga 23 mm, sedangkan nilai MIC dan MBC berkisar antara 10,078-0,31 mg/ml) hingga (0,31-1,25mg/ml).

 

(Hajlaoul H et al. 2010. Chemical composition and biological activities of Tunisian Cuminum cyminum Lessential oil: a high effectiveness against Vibrio spp. strains. Food Chem Toxicol. 4818-91: 2186-2192)

 

Hiperlipidemia (kadar kolesterol/trigliserida berlebih) berhubungan erat dengan komplikasi penyakit diabetes mellitus. Cuminum cyminum dalam pengobatan Ayurveda dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol berlebih dalam darah. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh pemberian jintan putih terhadap plasma dan lemak darah tikus yang menderita diabetes.

Hasilnya pemberian oral dengan dosis 0,25 g/kg bobot tubuh selama 6 minggu secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan total Hemoglobin dan Glycosylated Haemoglobin dalam darah tikus. Ekstrak juga menghambat penurunan berat badan hewan uji. Perlakuan jintan putih juga secara nya menurunkan kolesterol darah dan kolesterol jaringan, fosfolipid, kundungan asam lemak bebas, dan trigliserida. Pemberian ekstrak jintan putih ternyata juga menunjukkan hasil yang lebih efektif dibanding perlakuan dengan Glibenklamid, obat diabetes.

(Dhandapani S, Subramanian VR. Rajagopal S. Namasivayam N. 2002. Hypolipidemic effect of Cuminum cyminum L on alloxan-induced diabetic rats. Pharmacol Res. 46(3): 251-255)

 

 

 

Jika anda tertarik untuk menggunakan jintan putih sebagai alternatif pengobatan, bisa anda dapatkan jintan putih berupa simplisia kering ataupun serbuk melalui Shopee Herbalanugrahalam dan Tokopedia Herbal AA Store. Kami juga menyediakan jasa pengemasan kapsul dengan menghubungi Herbal Anugrah Alam.